March 11, 2008

Putra Pertamaku Lahir

Hari Senin minggu lalu, 3 Maret 2008, sekitar jam 1 siang, handphoneku berdering, ternyata ada panggilan masuk dari Thia.Sebelum saya menjawab panggilan itu, saya sudah menebak bahwa apa yang akan disampaikan Thia kali ini pasti tentang kehamilannya. Bener saja, dari seberang Thia bilang kalo dia sudah mengalami pecah ketuban dan sepertinya waktu melahirkan sudah tidak lama lagi. Ya Allah, terus terang saya belum siap untuk kembali ke Makassar hari itu, sebenarnya saya berharap si kecil lahir setelah tanggal 6 Maret, karena tanggal 5-6 Maret saya harus bantuin Ibu Selly tuk ngadain Joint Workshop tentang Geothermal dengan mitra dari Jerman. Tapi ternyata Allah berkehendak lain, sepertinya hari itu saya harus segera kembali ke Makassar...

Setengah berlari saya ke depan kantor dan menyetop taksi, langsung menuju ke rumah untuk mengambil beberapa pakaian dan perlengkapan penting lainnya trus langsung go show ke bandara Sukarno Hatta. Selama di perjalanan, barulah saya menghubungi bagian ticketing Lion Air dan memesan tiket ke Makassar untuk penerbangan pukul 16.05, alhamdulillah masih ada seat, saya tiba di bandara beberapa saat sebelum boarding. Karena ada perbedaan waktu sejam antara Makassar dan Jakarta, maka saya tiba di Makassar pukul 19.00 lewat dikit. Setelah nyampe rumah, saya dan Kak Bashar langsung meluncur ke RSB Pertiwi di Jalan Sudirman MakassarThia sudah ada di ruangan bersalin, saya pun disodorin lembar persetujuan operasi oleh suster di sana, ternyata Thia harus dioperasi cesar, karena posisi bayinya masih sungsang dan air ketubannya sudah mulai habisThia pun masuk ke ruang operasi tepat pukul 12 malam, dan bayinya pun lahir sekitar 15 menit kemudian. Karena proses kelahiran dengan Cesar, sepertinya sulit untuk meminta agar bayinya langsung nyusu ke ibunya (Inisiasi Menyusui Dini), karena kondisi istri saya masih lemah dan harus masuk ICU.

Perasaan saya bahagia banget melihat si kecil yang selama ini dinanti kini ada di depan mata, saya pun melantunkan azan di telinga kanannya, dan tak henti-hentinya bertasbih dan bertahmid karena baik Istriku dan si kecil alhamdulillah dalam keadaan selamat. Keesokan harinya, setelah kondisi Thia membaik, barulah diperbolehkan pindah ke kamar perawatan Anggrek IV, begitu pula si kecil. Setelah berembug dengan istri, saya pun sepakat tuk memberi nama pada si kecil yaitu Ahmad Syauqi Arrabbani, artinya kurang lebih gini...

Ahmad itu berarti terpuji, atau orang yang layak mendapatkan pujian, asal katanya adalah hamada, sama dengan asal kata Muhammad... Ahmad kebetulan juga nama kakek saya dari abba, yang telah meninggal jauh sebelum saya lahir.

Syauqi itu berarti rindu, kehangatan atau cinta, nih nama pilihan istri saya, katanya sih enak didengar, dan maknanya juga bagus...

Sedangkan Arrabbani itu berasal dari kata rabbun, dengan tambahan alif dan nun di belakangnya sebagai bentuk mubalaghah. saya kepikiran tuk memberi nama Arrabbani karena beberapa minggu yang lalu ustaz di tempat saya talaqqi menjelaskan surah Al-Imran ayat 79 yang didalamnya terdapat kata Rabbaniyyun ini... Dalam Lisanul Arab, Ar-Rabbani berarti hamba yang mempunyai pengetahuan tentang Tuhan, Sedangkan Imam al-Qurtubi dalam tafsir al Jami’liahkamil –Quran mengartikan Ar-Rabbani adalah penisbatan kepada ar Rabb, dimana dapat juga dikatakan seorang ulama ahli agama yang mengamalkan ilmunya dijalan Allah. Selain itu Abu Hamid al Ghazali mengatakan arti rabbani adalah orang yang dekat dengan Allah (Sumber : Blogna Mba Aina)


Kembali ke Syauqi nih... Alhamdulillah hari Jumat pagi, dokter sudah membolehkan Syauqi dan Thia pulang ke rumah, Syauqi juga udah bisa mengkonsumsi ASI walau proses adaptasinya lumayan bikin saya dan Thia stress banget karena hari pertama Syauqi udah terbiasa dengan susu formula S26. Namun Alhamdulillah setelah sampai di rumah, Syauqi sudah tidak mimi susu formula lagi. Minum ASI nya juga lumayan kuat, katanya sih kalo anak cowok emang gitu, kalo nangis juga teriaknya minta ampunnnn bikin orang serumah pada bangun, tidur saya ga bisa nyenyak gara-gara Syauqi kalo malam rewel karena haus... capee dehhh...

Harusnya aqiqahan senin kemaren tanggal 10 Maret, namun karena saya harus kembali ke Jakarta (banyak kerjaan numpuk), ortu juga dua-duanya sedang ke Bali, sehingga diundur insya Allah minggu depan, dibarengin dengan Aqiqah sepupunya Syauqi yang lahir tadi subuh (Selasa, 11 Maret 08). Emang jarak lahirnya ga jauh-jauh banget, tanggal nikah ortunya aja cuman beda sehari...

Ga pernah membayangkan di usia menjelang 25 tahun, saya sudah dikaruniai seorang putra, amanah dari Allah yang akan saya didik dan pelihara dengan nilai-nilai agama agar kelak mampu menjadi insan yang rabbani...

Mau liat video tangisan pertama Syauqi? klik di SINI
Foto-fotonya Syauqi bisa dilihat di SINI

7 comments: