December 25, 2011

Pendayagunaan Hasil Litbang Iptek di Masyarakat Tanah Laut

Upaya memberdayakan masyarakat melalui Program Diseminasi Teknologi Spesifik Lokasi (Speklok) oleh Kementerian Riset dan Teknologi di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan dimulai sejak bulan Maret 2011 melalui identifikasi kebutuhan masyarakat setempat. Program Speklok sendiri berusaha untuk menjembatani interaksi antara kapasitas penyedia Iptek dengan kebutuhan pengguna. Pada identifikasi awal tersebut, diperoleh beberapa gambaran prioritas kebutuhan teknologi masyarakat Kabupaten Tanah Laut, yaitu kebutuhan pelatihan dan pengolahan pakan ternak khususnya pakan sapi, kebutuhan pembuatan dan pelatihan pupuk organik dari kotoran sapi, tandan kosong sawit dan sekam padi, serta kebutuhan pelatihan dan pembuatan biogas permanen.

Hal tersebut disampaikan Momon Sadiyatmo, Asdep Iptek Masyarakat saat memaparkan tentang program Speklok di Pusat Pelatihan dan Diseminasi Teknologi Peternakan dan Pertanian Terpadu (P2DTP2T) Sungai Riam, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, pada pada hari Ahad, 25 Desember 2011. Dalam kegiatan yang dihadiri oleh Menristek, Gusti Muhammad Hatta, tersebut, Momon juga memaparkan bahwa identifikasi tersebut telah ditindaklanjuti dengan penyelenggaraan diseminasi teknologi berbasis Biogas Elektrik pada bulan Juni 2011 di P2DTP2T Pelaihari, yang kemudian menjadi salah satu lokus perakitan dan penempatan Digester Biogas Elektrik untuk tahun 2011.

Selain mendengarkan pemaparan tentang program Speklok, pada kesempatan tersebut Menristek juga mendengarkan pemaparan dari Kepala BATAN, Hudi Hastowo tentang Kegiatan Pengembangan Varietas Padi Sawah Unggul Hasil Litbang Iptek Nuklir yang merupakan kerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat. Kerjasama yang sudah terjalin sejak tahun 2001 tersebut dalam bentuk penangkaran benih padi (Woyla, Cilosari, Atomita IV dan Kahayan, Mira 1 dan Bestari), teknologi pemupukan hayati azolla, uji daya hasil galur-galur mutan dan berbagai jenis kegiatan lainnya.  Secara umum, digambarkan bagwa dari sisi potensi hasil, beberapa varietas terutama Mira 1 dan Bestari rata-rata lebih tinggi dari padi unggul yang ada di Kalimantan Selatan, misalnya padi Cilosari dengan potensi hasil sebanyak 5,2 t/ha, padi Atomitha IV dengan potensi hasil sebanyak 5,7 t/ha, dan padi Mira I dengan potensi hasil sebanyak 5,8 t/ha (aluvial tanpa pupuk).

Menristek dalam sambutannya menanggapi hasil positif dari pemaparan tersebut menyambut gembira sinergi yang dilakukan Kementerian Ristek, BATAN, Universitas Lambung Mangkurat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui P2DTP2T dalam mendayagunakan hasil litbang Iptek di Masyarakat. “Capaian ini relevan dengan program kami, yaitu Sistem Inovasi Daerah, yang di dalamnya kita ingin mempertemukan antara aspek kelembagaan, sumber daya dan jaringan”, Ujar Menristek.

Dalam kegiatan tersebut, Menristek juga menyempatkan berdialog dengan para petani dan peternak binaan P2DTP2T, sekaligus meninjau proses pengolahan pupuk organik berbasis kotoran dan fasilitas Biogas Elektrik yang dibuat oleh Ristek. Kunjungan Kerja Menristek ke Kabupaten Tanah Laut pada hari itu diakhiri dengan temu wicara bersama petani andalan dan pelaku usaha di Badan Pengkajian dan Pengembangan Pertanian Terpadu (BP3T) Balitbangda Kalsel di Kecamatan Tambang Ulang. (munawir)

December 24, 2011

Menristek Tinjau Pabrik Biodiesel di Kota Baru

Menristek mengawali rangkaian Kunjungan kerjanya ke Kalimantan Selatan dengan berkunjung ke Pabrik Biodiesel di Serongga, Kecamatan Kelumpang Hilir, Kabupaten Kota Baru pada hari Sabtu, 24 Desember 2011. Pabrik Biodiesel yang dibangun pada tahun 2008 oleh Kementerian Riset dan Teknologi tersebut merupakan implementasi dari Inpres No. 1 tahun 2006 tentang Diversifikasi Energi Nasional, sebagai langkah antisipasi pemerintah terhadap berkurangnya sumber energi dari migas dan fosil. Berbeda dengan pabrik biofuel berbahan baku tanaman jarak  di Ogan Komerin Ulu, Sumatera Selatan, pabrik Biodiesel di Kota Baru ini menggunakan bahan baku CPO (Crude Palm Oil), karena di sekitar pabrik terhampar luas kebun kelapa sawit milik warga Serongga, sehingga tidak sulit untuk mendapatkan bahan baku untuk produksi biodiesel.

Dalam sambutannya, Menristek, Gusti Muhammad Hatta menyampaikan maksud kunjungannya ke di Serongga adalah untuk meninjau langsung kondisi pabrik tersebut. Menristek berharap pabrik dengan kapasitas produksi 6 ton per hari tersebut dapat kembali beroperasi dengan normal, sehingga diperlukan sinergi dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat setempat dan juga sektor swasta yang berada di sekitar lokasi pabrik. “Saya datang ke sini ingin melihat langsung kondisi pabrik biodiesel ini. Selanjutnya mari kita pikirkan bersama agar pabrik ini dapat beroperasi dengan baik”, Ujar Menristek.

Bupati Kota Baru, Irhamni Rijani dalam sambutannya menyampaikan harapan agar ke depannya, Kementerian Riset dan Teknologi dapat memberikan fasilitasi teknologi dengan memanfaatkan potensi yang ada di daerah tersebut, untuk menjadi solusi atas permasalahan riil yang ada di masyarakat. Bupati Kota Baru mengemukakan potensi angin yang cukup besar di daerahnya yang dapat dijadikan sumber energi pembangkit listrik untuk mengatasi krisis listrik yang melanda warga Kota Baru. Menanggapi hal tersebut, Menristek menyampaikan dukungan atas upaya mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil melalui diversifikasi sumber energi, khususnya energi terbarukan seperti energi angin. Menristek juga mengemukakan bahwa di Indonesia terdapat banyak potensi energi yang dapat dimanfaatkan, misalnya energi panas bumi, dimana sekitar empat puluh persen cadangan panas bumi dunia terdapat di Indonesia. Menristek bahkan menyampaikan tentang potensi arus bawah laut sebagai sumber energi yang akan diresmikan penggunaanya bulan Januari mendatang di Propinsi  Nusa Tenggara Barat.

Dalam kunjungan kerjanya ke Kota Baru tersebut, Menristek didampingi Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional, Hudi Hastowo; Staf Ahli Menristek bidang Kesehatan dan Obat yang juga menjabat Deputi Menristek bidang Jaringan Iptek ad interim, Amin Soebandrio; Staf Khusus Menteri, Gusti Nurpansyah dan Shidki Wahab; Asdep Jaringan Pusat dan Daerah, Hotmatua Daulay; serta Asdep Iptek Masyarakat; Momon Sadiyatmo. Pada kesempatan yang sama, Menristek beserta rombongan juga menyaksikan penyerahan bantuan berupa pembangunan ruang kelas SMPN 1 dan SDN Langadai dari PT. Smart Tbk, kepada  Bupati Kota Baru sebagai bagian dari program Community Development dan Corporate Social Responsibilty perusahaan tersebut di bidang pendidikan. (munawir)