April 25, 2012

Menristek-Mendagri Tandatangani Peraturan Bersama Penguatan SIDa

Sistem Inovasi Daerah (SIDa) merupakan salah satu program Kementerian Riset dan Teknologi untuk meningkatkan interaksi antara  aktor atau  unsur kelembagaan IPTEK khususnya untuk peningkatan rantai nilai teknologi dan daya saing daerah berbasis inovasi. Program ini bertujuan untuk meningkatkan diseminasi teknologi yang dihasilkan oleh lembaga litbang untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dan  industri di suatu daerah. Diharapkan melalui pengembangan SIDa, daerah dapat mengembangkan potensinya dengan inovasi yang ada sehingga produk dan komoditasnya memiliki nilai tambah yang lebih berkualitas dan berdaya saing dan pada akhirnya mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Untuk memperkuat Program SIDa ini, Kementerian Riset dan Teknologi bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri membuat Peraturan Bersama yang ditandatangani Menristek, Gusti Muhammad Hatta dan Mendagri, Gamawan Fauzi pada Peringatan Hari Otonomi Daerah XVI, pada hari Rabu 25 April 2012 di Hotel Borobudur Jakarta. Penandatangan Peraturan Bersama tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Presiden RI, Budiono.

Menurut Mendagri, Penandatangangan Peraturan Bersama tersebut sangat strategis, karena banyak aspek penyelenggaraan daerah yang terkait inovasi namun belum diatur dalam Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. Disamping itu, banyak potensi dan produk daerah yang belum tersentuh oleh inovasi dan teknologi. “Peraturan Bersama ini sangat strategis dalam rangka meningkatkan daya saing daerah, sehingga produk-produk yang dihasilkan daerah kualitasnya makin baik dari waktu ke waktu”, Ujar Mendagri.

Sementara itu, Bagi Kementerian Ristek, Peraturan Bersama ini merupakan payung hukum untuk dapat bersinergi dengan pemerintah daerah baik dari segi subtansi maupun kelembagaan, terutama fungsi pembinaan terdapat unsur-unsur SIDa yang ada di daerah.

Pada Kesempatan tersebut, diumumkan juga Daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota yang berprestasi berdasarkan hasil evaluasi atas kinerja pemerintahan daerah. Untuk kategori Provinsi, yang mendapatkan penghargaan adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan. Untuk Kategori Kabupaten terbaik yang masuk 10 besar adalah Sleman, Wonosobo, Boyolali, Karanganyar, Jombang, Luwu Utara, Kulon Proggo, Pacitan, Sukoharjo, dan Bogor. Adapun 10 besar kota yang berkinerja terbaik adalah Yogyakarta, Magelang, Tangerang, Semarang, Samarinda, Bogor, Sukabumi, Depok, Makassar, dan Cimahi. (munawir)

April 17, 2012

MIT Berbagi Pengalaman Tentang Entrepreneurship


Universitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC) bersama dengan Business Innovation Center (BIC) dan CRDF Global menyelenggarakan Global Innovation through Science & Technology (GIST) Leadership Forum for Indonesia dengan tema "Building an Entrepreneurial Ecosystem at the MIT : Reflection for Indonesia”, pada Senin, 17 April 2012, bertempat di Ciputra World Jakarta Artpreneur Center.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Josep Hadzima, Senior Lecturer dari  MIT Entreprenurship Center Amerika Serikat mempresentasikan tentang lingkungan entrepreneurship di MIT berikut dampaknya terhadap perekonomian lokal, nasional dan bahkan global. Hadzima menjelaskan bahwa secara global, para alumni MIT telah membangun lebih dari 25.800 perusahaan yang apabila digabungkan, perusahaan tersebut menghasilkan pendapatan tahunan sekitar dua trilliun dolar AS, dan menyediakan lebih dari 3,3 juta lapangan pekerjaan di seluruh dunia. Bahkan seluruh perusahaan ini merupakan kekuatan ekonomi kesebelas di dunia bila diukur dengan Gross Domestic Products.

Kesuksesan tersebut, menurut Hadzima, tidak terjadi begitu saja, namun merupakan hasil dari sebuah lingkungan dan sistem yang kondusif dan didukung oleh infrastuktur seperti sistem kursus dan mentoring, jejaring, pemberian insentif dan hibah, dan inkubator. Peran Pemerintah tentu saja sangat penting dalam mendorong terciptanya lingkungan yang kondusif untuk entrepreneurship. “Pemerintah dapat turut berperan dengan menciptakan iklim ekonomi yang stabil, mengurangi hambatan-hambatan birokratis, menyediakan infrastruktur yang stabil dan memadai serta memberikan kemudahan untuk memulai usaha dengan  memberikan insentif modal awal”, ujar Hadzima.

Menteri Koperasi dan UKM, Syarifuddin Hasan, yang hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan Pemerintah memberi perhatian yang besar terhadap Entrepreneurship di Indonesia. Menurut Syarif, Entrepreneurship merupakan aspek penting yang dapat mengurangi jumlah kemiskinan dan pengangguran di Indonesia. Menyusul Pusat Promosi UKM (Smesco) yang telah dibangun pemerintah, tahun depan Pemerintah akan membangun Enterpreneur Center, ujar Syarif.

Deputi Menristek bidang Pendayagunaan Iptek, Idwan Suhardi, yang hadir mewakili Menristek menyampaikan bahwa Kementerian Ristek sejak tahun lalu telah memulai Kompetisi Technopreneurship Pemuda untuk menumbuhkan semangat entrepreneurship di kalangan Pemuda. Melalaui program tahunan yang dilakukan dengan sinergi Bersama BIC dan UCEC tersebut, para pemuda mendapatkan pelatihan memulai usaha, hingga memasarkan produk dan bersaing di pasar. Dari program tersebut, telah lahir beberapa technopreneur handal diantaranya Hadi Apriliawan, mahasiswa Universitas Brawijaya yang menciptakan LABAN ELECTRIC, yaitu Alat Pasteurisasi Susu Kejut Listrik Tegangan Tinggi (Pulsed Electric Field) yang berhasil masuk 20 besar pada Business Plan Competition GIST. Lebih lanjut Idwan menyampaikan bahwa pada bulan Agustus mendatang, dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-17, Kementerian Ristek akan menyelenggarakan Triple Helix Conference di Bandung yang akan dihadiri peserta dari berbagai negara. “Dari konferensi ini, kita akan belajar dari dunia tentang sinergi dan kolaborasi ABG (Academic, Business dan Government)”, ujar Idwan.

Kegiatan Leadership Forum ini dihadiri Ketua KIN, Prof. Zuhal; Pendiri UCEC, Ciputra; dan Ted Osius, Deputy Chief in Mission dari Kedutaan Besar Amerika Serikat. Kegiatan ini merupakan bagian dari GIST Startup Boot Camp & Journalism Workshop yang diselenggarakan selama tiga hari mulai 17-19 April 2012 di Jakarta. (munawir)