April 18, 2013

Penyusunan Agenda Aksi Menuju RB70

Ada tiga hal positif dalam pelaksanaan Reformasi Birokrasi di Kementerian Riset dan Teknologi. Yang pertama adalah telah diterapkannya Sistem Penilaian Kinerja Individu Kementerian Ristek yang dikenal dengan nama SiPekik. Yang kedua adalah telah diterapkannya sistem penilaian mandiri (self assessment) oleh Kementerian Ristek,  dan yang ketiga adalah adanya Rencana Aksi Reformasi Birokrasi di unit kerja tingkat Eselon I.

Hal tersebut disampaikan Mennegristek, Gusti Muhammad Hatta, saat membuka Rapat Koordinasi Reformasi Birokrasi (Rakor RB) Tahun 2013 yang diselenggarakan di Auditorium Graha Widya Bakti Puspiptek Serpong, pada Kamis, 18 April 2013. Rakor RB yang  mengambil tema “Menuju Ristek Berkinerja Tinggi, akuntabel dan berintegritas” tersebut dihadiri oleh seluruh pejabat eselon I hingga IV di lingkungan Kementerian Ristek.

Lebih lanjut Mennegristek berpesan kepada peserta Rakor untuk terus melakukan evaluasi internal secara objektif pada pelaksanaan Reformasi Birokrasi di Kementerian Ristek, agar hasil evaluasi tersebut selaras dengan penilaian yang dilakukan oleh pihak eksternal. Mennegristek berharap agar komitmen masing-masing individu di Kementerian Ristek tetap dijaga dalam menjalankan program Reformasi Birokrasi. ”Intinya adalah komitmen kita dari dalam diri masing-masing. Mari kita sama-sama berjuang agar target pelaksanaan 70 persen Reformasi Birokrasi dapat tercapai tahun ini”, ujar Mennegristek.

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Riset dan Teknologi, Mulyanto melaporkan bahwa penyelenggaraan Rakor RB dirancang untuk menindaklanjuti Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB) yang telah dilaporkan kepada Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang saat ini telah mencapai nilai 68 persen. Dari hasil penilaian tersebut, dilakukan pemetaan terhadap kriteria penilaian yang masih perlu ditingkatkan melalui penyusunan agenda aksi di masing-masing unit kerja tingkat Eselon I. “Bila agenda aksi tersebut dilaksanakan dengan baik, maka nilai 68 persen dapat ditingkatkan. Melihat semangat kita semua, saya yakin pencapaian kita lebih dari target 70 persen yang kita tetapkan tahun ini”, ujar Mulyanto.

Rakor RB ini akan diselenggarakan selama dua hari, dalam bentuk sidan pleno dan siding komisi.Pada sidang pleno akan dipaparkan dan didiskusikan hasil penilaian PMPRB tingkat Kementerian maupun tiap unit kerja. Sedangkan Sidang komisi akan dilakukan secara paralel untuk membahas topik-topik spesifik di setiap unit kerja Eselon I dan menyusun agenda aksi RB 2013. (munawir)

April 17, 2013

Bangka Botanical Garden, Dari Ancaman Menjadi Peluang

Selain menyampaikan ceramah umum di depan masyarakat Bangka Belitung, Mennegristek, Gusti Muhammad Hatta melengkapi kedatangannya ke provinsi ini dengan berkunjung ke Bangka Botanical Garden (BBG), pada hari Senin, 15 April 2013. BBG merupakan kawasan seluas 300 hektar yang menjadi ikon agrowisata di Bangka Belitung, yang memadukan pertanian, peternakan dan perikanan.

Awalnya kawasan ini merupakan bekas galian tambang timah yang kemudian direstorasi oleh PT. Dona Kembara Jaya sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR). Johan Riduan Hassan, pemilik PT. Dona Kembara Jaya bahkan mendapat penghargaan Kalpataru pada tahun 2010 atas usahanya yang dikenal dengan slogan “Bangka Goes Green” tersebut.

Johan mengungkapkan ada empat tujuan pengembangan kawasan BBG sebagai paru-paru kota Pangkalpinang ini. Yaitu sebagai tempat penelitian lingkungan, sarana edukasi perbaikan lingkungan, wahana olahraga dan hobby (pemancingan, jogging track, sepeda, dan fotografi), serta lahan pendapatan bagi karyawan dan masyarakat sekitar. Berbagai aktivitas pertanian, peternakan dan perikanan di kawasan ini memang telah memberikan keuntungan secara finansial. Produksi buah naga sekitar 5 ton dalam 3 bulan terakhir mampu membiayai sebagian operasional kawasan ini. Produksi susu sapi saat ini yang mencapa 200-300 liter per hari juga akan ditingkatkan menjadi 500-1000 liter perhari. Penjualan hasil sayuran juga menerapkan sistem bagi hasil dengan petani setempat. “Banyak orang beranggapan memperbaiki lingkungan akan menghabiskan uang yang banyak, tapi disini kami membuktikan sebaliknya. Memperbaiki lingkungan adalah profit center, bukan cost center”, ujar Johan.

Mennegristek mengaku senang dengan konsep restorasi bekas lahan galian tambang timah menjadi kawasan botanical garden. Mennegristek berharap, konsep ini dapat dicontoh oleh perusahaan tambang lainnya di Indonesia sebagai bentuk tanggung jawab memelihara lingkungan. “lahan yang tadinya gersang, bisa menjadi kawasan agro yang terintegrasi dan menghasilkan pendapatan bagi pengelola dan masyarakat sekitar. BBG telah berhasil mengubah ancaman dan tantangan menjadi peluang”, ujar Mennegristek.

Pada kesempatan tersebut, Mennegristek beserta rombongan meninjau berbagai fasilitas di kawasan BBG, mulai dari peternakan sapi, kebun buah naga dan kebun kurma.  (munawir)

Ceramah Umum Mennegristek di Bangka Belitung

Nilai ekonomi dari berbagai komoditi sumber daya alam cenderung mengalami penurunan relatif terhadap nilai ekonomi produk-produk teknologi yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan pembangunan serta meningkatkan taraf hidup masyarakat. Oleh karena itu, Indonesia perlu menggeser sumber ekspor dari komoditas dan produksi biaya rendah menuju produk bernilai tambah tinggi, dan inovasi memainkan peran besar dalam mempercepat proses transformasi iniuntuk meningkatkan produktivitas ekonomi Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Mennegristek, Gusti Muhammad Hatta saat menyampaikan ceramah umum tentang implementasi pilar ketiga Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesa (MP3EI) dan Sistem Inovasi Daerah (SIDa) di depan masyarakat Bangka Belitung di Hotel Aston Soll Marina Pangkalpinang, pada hari Senin, 15 April 2015. Menurut Mennegristek pendekatan pemanfaatan inovasi dapat dilakukan secara lebih terintegrasi di tingkat daerah dalam bentuk SIDa yang mendukung implementasi MP3EI.

Mennegristek menambahkan, bahwa melalui SIDa, diharapkan terbentuk jejaring atau interaksi dan sinergi antar aktor inovasi (akademisi, business, pemerintah, komunitas) maupun pendukungnya seperti lembaga finansial dan lembaga legislasi. Dengan demikian, pemanfaatan inovasi dapat lebih memperhatikan ciri khas daerah masing-masing. Dengan ditandatanganinya Peraturan Bersama Menristek dan Mendagri yang tentang Penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDa)Pada tanggal 25 April 2012 lalu, peran Badan Litbang Daerah di tingkat provinsi dan kabupaten/kota menjadi sangat vital sebagai ujung tombak pelaksanaan SIDa. “Litbang jangan lagi diistilahkan dengan ‘sulit berkembang’, namun harus identik dengan istilah ‘elit dan membanggakan’”, ujar Mennegristek.

Ceramah Umum Mennegristek juga dirangkaikan dengan Diseminasi Iptek Nuklir dan hasil studi tapak PLTN di Babel oleh Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Djarot Sulistio Wisnubroto. Terkait hal tersebut, Mennegristek menyampaikan sikapnya yang mendorong rencana pembangunan PLTN di Bangka Belitung. Kebutuhan energi pada tahun 2025 sekitar 100 giga ton lebih saat ini baru dapat dipenuhi sekitar 30 persen, dan PLTN merupakan alternatif yang dapat mengatasi kelangkaan energy di masa depan. Pemilihan Pulau Bangka sebagai lokasi studi tapak PLTN, karena selain sumber uranium tersedia, posisi pulau ini juga sangat strategis. “Pulau Bangka relatif aman dari gempa karena terlindungi Pulau Sumatera dari ring of fire, selain itu listrik yang dihasilkan nanti dapat dengan mudah dihubungkan dengan jaringan listrik utama di pulau Sumatera dan pulau Jawa”, ujar Mennegristek.

Dalam kunjungannya ke Pangkalpinang tersebut, Mennegristek didampingi Deputi Bidang Sumber Daya Iptek, Freddy Permana Zen; Staf Khusus Menteri, Gusti Nurpansyah dan sejumlah asisten deputi terkait. (munawir)

April 4, 2013

Birrul Walidain

Berbakti kepada orang tua atau birrul walidain merupakan salah satu kewajiban yang paling utama, sebagaimana Allah berfirman dalam surah Al-Israa, ayat 23 : "Allah telah menetapkan agar kalian tidak beribadah melainkan kepada-Nya, dan hendaklah kalian berbakti kepada kedia orang tua".

Masih banyak lagi dalil lainnya baik itu firman Allah maupun sabda Rasulullah terkait hal berbakti kepada kedua orang tua. Dalam salah satu sabda beliau, Rasulullah menyebutkan bahwa berbuat kepada kedua orang tua adalah jihad. Di banyak riwayat lain mengatakan bahwa taat dan berbakti kepada orang tua dapat membantu meraih pengampunan dosa, membantu menolak musibah, memperluas rizki, dan salah satu penyebab masuk surga. Sebaliknya durhaka pada orang tua, merupakan dosa yang sangat besar, dan diancam mendapat balasan yang 'cepat', baik di dunia maupun di akhirat.

Dalam surah Luqmaan ayat 15, Allah SWT berfirman : "Kalau mereka berupaya mengajakmu berbuat kemusyrikan yang jelas-jelas tidak ada pengetahuanmu tentang hal itu, jangan turuti; namun perlakukanlah keduanya secara baik di dunia ini". Dari ayat di atas, bisa ditarik dua kesimpulan, yang pertama bahwa kita tetap dituntut memperlakukan kedua orang tua kita dengan baik, walaupun mereka dalam keadaan kafir. Yang kedua, bahwa dilarang menuruti perintah orang tua dalam hal berbuat maksiat dan kesyirikan. Hal ini dipertegas Rasulullah dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, yaitu: "Tidak ada ketaatan dalam melakukan maksiat. Sesungguhnya ketaatan hanya dalam melakukan kewajiban". 

April 3, 2013

Bus Listrik, Solusi Transportasi Yogyakarta

Kemacetan menjadi  menjadi permasalahan transportasi yang serius di Yogyakarta. Seperti di kota-kota besar lainnya, kemacetan diakibatkan rasio pertumbuhan kendaraan yang tidak seimbang dengan infrastruktur jalan. Sekitar 200-300 unit mobil dan 6000 sepeda motor bertambah setiap bulannya. Sebagai salah satu solusi transportasi massal, bus listrik yang dibuat oleh Puslit Teknologi Listrik dan Mekatronika LIPI Bandung dan Pusat Teknologi Industri Sistem Transportasi BPPT  akan beroperasi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Hal tersebut dibahas pada rapat koordinasi menjelang Ujicoba Bus Listrik di Kantor Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Provinsi DIY, pada Rabu, 3 April 2013. Rapat tersebut dihadiri perwakilan dari Kementerian Ristek, LIPI, BPPT, PT. PLN, UGM, serta perwakilan dari Pemkot Yogyakarta dan Pemprov DIY. Rapat ini membahas tentang berbagai aspek dalam rangka menyiapkan ujicoba bus listrik di DIY yg rencananya akan diresmikan langsung oleh Mennegristek dan Gubernur DIY dalam waktu dekat.

Menurut Staf Ahli Mennegristek bidang Teknologi Transportasi dan TIK, Hari Purwanto, bus listrik LIPI yg menggunakan tenaga baterai dan berkapasitas 12 orang tersebut akan melayani wisatawan yang ingin berkeliling di seputar kawasan keraton dan alun-alun DIY. Tempat pengisian (Charging Point) daya baterai bus Listrik akan ditempatkan di Taman Pintar yang sekaligus menjadi pickup point untuk penumpang bus tersebut.

Sementara itu bus listrik buatan BPPT  akan digunakan sebagai armada Transjogja. Sebagai tahap awal, bus listrik BPPT akan beroperasi di kawasan kampus UGM. Berbeda dengan bus listrik yg dibuat LIPI, bus listrik BPPT tersebut mengambil tenaga listrik dari jaringan kabel di atas jalur bus, dengan sistem electric trolley bus. Tahun ini bus listrik BPPT tersebut akan melalui serangkaian ujicoba di kawasan Puspiptek Serpong dan diharapkan tahun depan sudah dapat beroperasi, sambil menunggu hasil kajian tekno-ekonomi dan sosial yang dilakukan UGM.

"Kementerian Ristek beserta LPNK Ristek mendukung Yogyakarta sebagai kota dan provinsi pertama yang mengaplikasikan transportasi hijau", ujar Hari Purwanto.

Walikota Yogyakarta, H. Haryadi Suyuti, yang ditemui setelah Rapat tersebut, menyampaikan kegembiraannya dengan rencana tersebut dan berharap solusi ini dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi di Yogyakarta.

"Kami berterima kasih atas rencana ini. Kami memang merindukan sistem transportasi hijau", ujar Haryadi.

Setelah rapat tersebut,  Walikota Yogyakarta bersama tim dari Kementerian Ristek mengunjungi Taman Pintar dan melakukan simulasi rute di kawasan alun-alun dan keraton DIY. Tim dari Kementerian Ristek terdiri dari Staf Khusus Mennegristek, Zulkifli Halim;  Staf Ahli Mennegristek bidang Teknologi Transportasi dan TIK, Hari Purwanto; Asdep Iptek Pemerintah; Pariatmono Soekamdo; dan Asdep Iptek Industri Besar, Alvini Pranoto. (munawir)