June 30, 2013

E-TICKETING CL

Sebelum e-ticketing Commuter Line diterapkan per 1 Juni 2013, saya biasanya memarkir motor di salah satu rumah warga di belakang Pasar Serpong, tepat disamping pagar Stasiun KA Serpong. Dengan begitu, saya tinggal menyusuri rel sepanjang 50 meter dan membeli tiket pada petugas di ujung peron. Ga perlu capek-capek lagi naik tangga ke stasiun Serpong dan ngantri tiket. Perjalanan juga jadi lebih singkat, hanya 10 menit dari rumah, jauh lebih cepat dibandingkan saya parkir di stasiun Serpong, karena harus melewati Pasar Serpong yang macetnya ga bisa diprediksi. Dengan adanya e-ticketing, mau ga mau saya harus kembali parkir di Stasiun Serpong.

Pada stiker sosialiasi e-ticketing yang ditempel di dalam gerbong, dijelaskan bahwa di loket pembelian tiket, penumpang tinggal menyebutkan stasiun tujuan ke petugas, dan tiket akan keluar dari dispenser. Tiket yang bentuknya seperti kartu ATM tersebut kemudian ditempelkan ke pemindai yang ada di depan gate. Bila lampu di gate sudah berwarna hijau, penumpang bisa masuk dengan mendorong barrier yang ada pada gate. Selama perjalanan, ada petugas yang akan memeriksa secara manual atau menggunakan portable scanner. Begitu tiba di stasiun tujuan, tiket dimasukkan ke dalam alat yang ada pada pintu keluar. Kalau tarif progresif sudah diterapkan, tiket akan ditolak alat tersebut bila stasiun tempat penumpang turun berbeda dengan stasiun tujuan yang disebutkan saat membeli tiket.

Namun, sampai hari ini, alur e-ticketing seperti disebutkan di atas belum 100 persen diterapkan. Kadang di stasiun tujuan, tiket diserahkan langsung kepada petugas yg berjaga di pintu keluar. Entah apakah alat e-ticketingnya lagi error atau sengaja digituin supaya penumpang tidak menumpuk dan berdesak-desakan di pintu keluar. Memang dengan sistem e-ticketing, butuh waktu yang lebih lama karena penumpang harus menunggu lampu hijau untuk bisa keluar. Bayangkan kalo di waktu yang bersamaan, ratusan penumpang buru-buru pengen keluar sementara gate yang tersedia kurang dari 5 buah. 

Sampai kemarin pun, dari stasiun Tana Abang ke stasiun Serpong, masih menggunakan tiket cetak (karcis). Entah kenapa blum menggunakan e-ticketing. Kita berdoa aja semoga sistem e-ticketing ini merupakan awal dari perbaikan pelayanan Commuter Line. Syukur-syukur bisa senyaman subway di Eropa, atau ga usah jauh-jauh deh, bisa senyaman transport publik di Malaysia dan Singapura aja udah cukup menggembirakan.

June 27, 2013

Hikmah Dibalik Musibah

Abis sholat magrib, saya terima pesan BBM dari sepupu di Makassar yg memberi kabar kalau sepupuku (Kak Ulla) yang tinggal di Pamulang, mengalami kecelakaan lalu lintas. Kabar itu cukup mengagetkan karena katanya Kak Ulla dalam kondisi kritis dan belum sadar. Saya pun menghubungi nomor handphone Kak Ulla dan diangkat oleh Dani. Saya mulai tenang saat Dani bilang Kak Ulla sudah sadar dan sedang CT Scan di RS. Sari Asih Ciputat. 

Saat menuju RS Sari Asih, saya berpapasan dengan ambulance yg mengangkut Kak Ulla ke RSUD Tangerang Selatan. Saya pun banting setir ke RSUD Tangerang Selatan dan langsung menuju ruang UGD yang terdapat di Gedung 1. Di ruangan tersebut suasana sangat ramai, dan Kak Ulla masih belum mendapat tindakan lanjutan. Dokter jaga meminta pengertian keluarga pasien karena jumlah tenaga medis yang bertugas malam itu tidak seimbang dengan jumlah pasien. Pasien menumpuk di UGD karena ruang perawatan semuanya penuh. Walau RSUD ini terbilang baru dan besar, namun tidak dapat menampung semua pasien rujukan. Gedung 2 dan Gedung 3 juga masih dalam proses pembangunan.   

Dari hasil CT Scan Kak Ulla, disebutkan bahwa tidak tampak fraktur/pendarahan intrakranial, namun terdapat pendarahan sinuses maksilaris -ethmoidalis (cavum nasi) dan  Fraktur dinding sinus maksilaris, orbita dan cavum nasi bilateral. Dokter juga bilang  terdapat hematoma jaringan lunak orbita-infraorbita bilateral dan Emfisema subkutis infraorbita kiri. Selain luka-luka di area kepala, tangan kanan juga mengalami patah dan harus dibedah untuk memasang plat. 

Saya menghubungi salah satu penumpang mobil Carry yang bertabrakan dengan motor kak Ulla. Menurut info dari Ibu tersebut, Kak Ulla waktu kecelakaan terjadi berupaya menyalip kendaraan di depannya tanpa menyadari ada kendaraan lain dari depan. Benturan keras menyebabkan Kak Ulla tidak sadar sampai tiba di rumah sakit.

Karena adanya musibah ini, keluarga yang berdomisili di Serpong  berkumpul di RSUD menjaga Kak Ulla sambil menunggu istrinya datang dari Balikpapan. Lucunya kami malah dapat info musibah ini bukan dari polisi atau RS setempat tapi dari rumah masing-masing di daerah. Saya dapat info dari Makassar, Dani dapat info dari Balikpapan dan Iccang dapat info dari Sinjai. Salah satu hikmahnya berkumpul di RSUD mungkin untuk menyambung silaturrahim. Walaupun kami tinggal di kawasan yang sama di sekitar Puspiptek, namun sangat jarang sekali saya bisa bertemu dengan sepupu dan ponakan saya itu.

Hikmah kedua, jadi makin nyadar untuk lebih berhati-hati dalam berkendara. Salah perhitungan dan ugal-ugalan bisa berdampak celaka yang cukup parah. Yang namanya musibah, tidak bisa kita prediksi datangnya. Mungkin kita sudah berhati-hati dan mematuhi peraturan lalu lintas, namun perilaku ugal-ugalan orang lain juga dapat membuat kita celaka. Sebaiknya kita memang selalu bermunajat kepada Allah untuk menjauhkan segala bentuk musibah dan celaka pada diri kita. La haula wala quwwata illa billah...

June 23, 2013

Menristek Pantau Penyaluran BLSM Di Banjarmasin

Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebagai kompensasi kenaikan harga BBM secara serentak dibagikan kepada Rumah Tangga Sasaran. Menteri Negara Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta, memantau langsung penyaluran BLSM di Kantor Pos Banjarmasin, Sabtu pagi, 22 Juni 2013.

Tiga tenda besar dan ratusan kursi disiapkan di halaman Kantor Pos Banjarmasin untuk melayani masyarakat penerima BLSM. Tidak tampak antrian panjang di depan 4 loket yang telah buka sejam pukul 07.00 pagi. Untuk pembayaran tahap pertama hari ini, 628 warga dari 4 kelurahan, yaitu Kampung Melayu, Pasar Lama, Seberang Masjid, dan Pekapuran Laut dijadwalkan menerima BLSM hari ini. Menurut Kepala Kantor Pos Banjarmasin, Edi Suharto, loket BLSM sengaja ditempatkan di halaman kantor, agar tidak mengganggu pelayanan reguler Kantor Pos.

Setelah berdialog dengan masyarakat penerima BLSM, Menristek menegaskan bahwa program BLSM ini disalurkan agar masyarakat miskin tidak terlalu merasakan dampak kenaikan harga BBM. Menurut Menristek, selain program BLSM ini, pemerintah juga telah melaksanakan program-program lain untuk masyarakat yang kurang mampu. "Selain BLSM yang bersifat sementara ini, pemerintah terus melaksanakan program Raskin, Bantuan Siswa Miskin (BSM), dan Program Keluarga Harapan (PKH)," ujar Menristek.

Menristek juga memantau langsung data realisasi penyaluran BLSM secara nasional dan realtime melalui sistem teknologi informasi berbasis web yang dikembangkan oleh PT. Pos Indonesia. Data setiap pembayaran BLSM langsung terekam oleh sistem dan terintegrasi secara nasional. "Teknologi Informasi yang digunakan PT Pos Indonesia dalam menyalurkan BLSM ini sangat bagus sekali, data realisasi penyaluran BLSM dapat dipantau secara realtime seluruh Indonesia, sehingga pusat tidak perlu lagi meminta data ke daerah," ujar Menristek.

Teknologi informasi yang dikembangkan oleh PT Pos Indonesia adalah Aplikasi Fund Distribution. Menurut Edi Prayitno, Kepala Area Teknologi Informasi Wilayah Kalimantan PT Pos Indonesia, selain untuk menyalurkan BLSM, aplikasi ini juga digunakan untuk menyalurkan program bantuan pemerintah lainnya, seperti program BSM dan PKH. Selain memudahkan penyaluran BLSM, aplikasi ini juga untuk mencegah penyimpangan dalam penyaluran. “Masyarakat juga dapat memantau langsung melalui website www.kompensasi.info," ujar Edi.

Turut mendampingi Menristek memantau penyaluran BLSM, Kepala Area Rite dan Properti PT Pos Indonesia Kantor Area IX Kalimantan, Akhmad Fauzi; Kepala Biro Hukum dan Humas Kemenristek, Dadit Herdikiagung; dan Kabag Humas dan Protokol Kemenristek, Qiqi Asmara. (munawir)

June 21, 2013

RISTEKGAUL

Pertengahan tahun 2010, saya pindah unit kerja dari bagian kerjasama internasional ke bagian Hubungan Masyarakat. Di tempat yang baru, salah satu tugas utama saya adalah meliput kegiatan-kegiatan Kementerian dan dimuat di website. 

Waktu itu saya merasa, tidak banyak orang yang membaca berita yang saya buat, karena yang orang yang niat berkunjung ke website Ristek biasanya memang mencari informasi yang spesifik, bukan sekedar membaca-baca berita yang ada. Saya mulai berfikir untuk membuat feeding baik itu dengan RSS atau cara lain, untuk meningkatkan traffic pembaca berita di website ristek. 

Saya akhirnya memilih untuk membuat akun Facebook Page dan Twitter untuk Kementerian. Setiap berita baru yang tayang di website Ristek, saya share melalui Facebook yang paralel dengan akun twitter. Awalnya kedua akun tersebut saya promosikan kepada teman-teman yang sudah connected dengan saya di kedua socmed tersebut. Alhamdulillah dalam waktu sebulan, fans dan followernya sudah ratusan orang. 

Nama URL facebook dan akun twitternya "ristekgaul", sebenarnya pengennya pake nama akun "ristek" aja, tapi ternyata akun tersebut sudah tidak available lg di twitter. Akhirnya saya pilih nama akun "@ristekgaul", mengikuti nama grup milis internal pegawai Ristek. Nama milis ini sendiri sudah ada sejak Menristek masih dijabat pak Kusmayanto Kadiman (KK). Konon pak KK sendirilah yang memberikan nama "ristekgaul" tersebut.

Pada tahun 2011, mulailah kedua akun tersebut dipromosikan. Awalnya melalui banner di website, dan kemudian berlanjut ke seluruh jenis publikasi di media massa, mulai dari display di majalah, poster, hingga billboard. Bahkan dalam beberapa program tayangan Ristek di televisi, nama akun FB dan twiiter "@ristekgaul" dipromosikan melalui runningtext.   

Sejak itu jumlah fans dan followers "@ristekgaul" kian meningkat. Kami kadang kewalahan untuk merespon komentar dan pertanyaan melalui FB dan twitter tersebut. Di FB, pada umumnya mengomentari foto dan berita yang kita share. Ada juga yang bertanya tentang beasiswa, info magang, sampai penerimaan cpns. Tidak sedikit juga yang mempromosikan hasil karya inovasi yang mereka buat dan meminta insentif untuk mengembangkannya lebih lanjut. 
   
Sedangkan di twitter, kebanyakan followers "@ristekgaul" meretweet berita dan informasi yang mereka anggap menarik. Tidak sedikit juga followers yang mention kita karena merasa geli dan protes dengan nama akun "@ristekgaul". Ada yg bilang alay-lah, absurdlah, Gejelah, hehehehe. Bagi saya yang penting informasi yang kami sampaikan melalui kedua akun tersebut bermanfaat bagi pembacanya. Bahkan nama akun "ristekgaul", juga saya jadikan nama channel video-video Ristek di Youtube. So, buat yang belum follow kita, silahkan klik
www.facebook.com/ristekgaul
www.twitter.com/ristekgaul
www.youtube.com/ristekgaul

Semangat pagi :)

June 12, 2013

Peran Standar dan Akreditasi dalam Meningkatkan Daya Saing Bangsa

Daya saing sebuah bangsa, dalam konteks globalisasi atau regional dapat dipahami sebagai kemampuan sebuah bangsa untuk dapat diterima sebagai pemain dalam rantai produksi dan transaksi global dan regional. Untuk dapat bersaing dalam rantai produksi dan transaksi global maupun regional, sebuah bangsa harus mampu memenuhi persyaratan-persyaratan produksi dan transaksi yang diatur dalam pasar global dan yang ditetapkan dalam standard Internasional maupun regional.

Hal tersebut disampaikan Menteri Negara Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta saat membuka Pertemuan Teknis Laboratorium, Lembaga Inspeksi dan Lembaga Sertifikasi Terakreditasi di Auditorium Badan Standardisasi Nasional (BSN), pada Selasa, 11 Juni 2013. Kegiatan yang mengambil tema “Peranan Akreditasi dalam Memfasilitasi Perdagangan dan Skema Penilaian Kesesuaian Dalam Penguatan Daya Saing Perekonomian” tersebut diselenggarakan bersama oleh BSN dan Komite Akreditasi Nasional (KAN).

Lebih lanjut Mennegristek menegaskan, globalisasi dan regionalisasi perdagangan merupakan suatu keniscayaan yang tidak dapat dihindari oleh seluruh bangsa di dunia. Bangsa yang berdaya saing akan mampu memperoleh manfaat yang besar untuk meningkatkan kesejahteraannya, dan sebaliknya bangsa yang tidak mampu meningkatkan daya saingnya akan menjadi korban dan hanya menjadi penonton tanpa memperoleh keuntungan ekonomi dari segala potensi perdagangan global tersebut. Menurut Mennegristek, sebelum bersaing di tingkat regional maupun global, persaingan di tingkat nasional perlu dimenangkan terlebih dahulu. “Untuk memenangkan persaingan di tingkat nasional, produk (berupa barang, jasa, proses, dan sumberdaya manusia), harus dinilai kesesuaiannya dengan standard. Disinilah kita perlu standard yang baik dan perlu lembaga penilai kesesuaian standard yang terakreditasi, baik laboratorium, lembaga inspeksi, dan lembaga sertifikasi,” ujar Mennegristek.

Kegiatan pertemuan teknis yang dihadiri kurang lebih 900 orang stakeholder dari Sabang sampai Merauke tersebut diselenggarakan dengan landasan beberapa pemikiran diantaranya pentingnya strategi dalam menghadapi berbagai zona perdagangan bebas dimana akreditasi sangat berperan dalam menentukan strategi tersebut. (munawir)

June 10, 2013

Kepala Tiga

Kalo saya mengumumkan kalo hari ini saya baru menginjak usia 30 tahun, saya yakin banyak yg akan bereaksi seperti ini... "masa sih..?", "sumpe lo...?", "ah yang bener aja wi"... Reaksi seperti itu sudah lazim saya terima bahkan sejak usia 25 tahun. Banyak orang menyangka saya (jauh) lebih tua dari usia yg sesungguhnya. Katanya sih karena emang tampang saya dah terlihat tua, ada yg bilang karena saya melihara jenggot, ada yg bilang krn saya dah punya dua anak yg mulai gede. Temen saya dari Mongolia berpendapat saya nampak lebih tua karena perut saya buncit... Thanks dah... -_-" 

Tapi yg ini beneran lo, hari ini hari jadi saya yang ke-30 kalo dihitung berdasarkan kalender masehi. Kalo berdasarkan kalender hijriyah, ulang tahun saya sekitar 3 minggu lagi, tepatnya 28 Sya'ban. SMS pertama saya terima pagi ini tentu saja dari mama yg mendoakan saya menjadi lebih baik dan dan bisa dijadikan panutan dan kebanggaan. Kata mama, Umur tdk bertambah tp semakin berkurang. Mama jg berpesan agar saya berusaha menjadi yang terbaik bagi keluarga.. Makasih doanya ma, aamin allahumma aamiin. 

Harapan jangka pendek, tesis saya cepat kelar dan diet saya sukses. Kalo untuk jangka panjang, banyak banget yang saya inginkan, mulai dari menjadi expert di bidang PR, menguasai banyak bahasa asing, dan hapal Al-Qur'an (aamiin). 

Tidak ada pernah kata terlambat, man jadda wajada, man shabara zhafira, man saara 'alad darbi wasala. Aamiin.