March 13, 2015

Menristekdikti Panen Benih Padi Sidenuk

Menristekdikti, Mohamad Nasir didampingi Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Djarot Sulistio Wisnubroto menghadiri acara panen raya benih padi Sidenuk di Desa Sraten, Gatak, Sukoharjo. Panen raya tersebut diselenggarakan pada hari Jumat, 13 Maret 2015. Benih padi yang dipanen tersebut mulai ditanam pada tanggal 26 Nopember 2014 dengan sistem tanam twin seed (tanam kembar) dengan teknologi IPAT-BO (Intensif Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik).

Dalam sambutannya, M. Nasir memberikan apresiasi kepada Batan yang terus memberikan kontribusi melalui teknologi nuklir untuk bidang pertanian, disamping manfaat nuklir di bidang energi dan kesehatan. "Dengan pemanfaatan teknologi nuklir mutakhir dalam pengayaan tanaman, Batan berhasil mengembangkan Sidenuk, varietas pagi dengan tiga keunggulan berupa masa tanam yang lebih singkat, hasil panen yang lebih banyak hingga 9 ton per hektar serta tahan hama wereng," ujar M. Nasir.

M Nasir menjelaskan, panen raya ini merupakan salah satu contoh sukses program kerja Kemristekdikti, yaitu hilirisasi dan komersialisasi hasil riset. Tiga unsur triple helix dalam hal ini Pemerintah (Batan & Kemenristekdikti) yang menggandeng unsur swasta (PP Kerja) dan unsur akademik (Universitas Pembangunan Nasional Jogjakarta) berhasil mewujudkan hasil penelitian menjadi komoditas bisnis yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani." Jika petani dibantu dengan bibit unggul dan varietas hasil penelitian terkini, Insya Allah petani sejahtera dan cita-cita besar bangsa Indonesia, yaitu kembali menjadi negara swasembada beras dapat terwujud", tegas M. Nasir.

Varietas Padi Sidenuk merupakan hasil penelitian Batan, dengan umur tanaman 103 hari dan potensi hasil 9,1 ton/ha GKG. Selain tekstur nasi yang pulen, keunggulan lain dari padi Sidenuk adalah tahan terhadap Wereng Batang Coklat biotipe 1, 2, dan biotipe 3. Padi sidenuk juga tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri patotipe III serta cocok ditanam di ekosistem sawah dataran rendah sampai ketinggian 600 m dpl. (munawir)
Location: Sukoharjo Sub-District, Sukoharjo Sub-District, Sukoharjo Regency, Central Java, Indonesia

0 comments: