June 11, 2015

Wapres Buka ISES 2015

Menristekdikti, Bapak Mohamad Nasir, mendampingi Wakil Presiden RI, Bapak Jusuf Kalla membuka secara resmi acara International Student Energy Summit (ISES) 2015 di Bali Nusa Dua Convention Center, pada Rabu, 10 Juni 2015. Acara ini dihadiri oleh 660 delegasi mahasiswa dari 100 negara dan menghadirkan 70 pembicara ahli dari sektor energi dan lingkungan hidup internasional dan nasional.

Dalam sambutannya, Jusuf Kalla menekankan pentingnya Indonesia untuk meningkatkan penggunaan sumber energi terbarukan agar tidak lagi bergantung kepada sumber energi yang berasal dari fosil seperti batu bara dan minyak bumi. Menurut Jusuf Kalla, Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar, berupa energi hidro dan panas bumi, namun belum termanfaatkan dengan optimal. “Kita baru menggunakan energi terbarukan sebanyak dua belas persen. Masih dibutuhkan 20 ribu megawatt pada 10 tahun mendatang melalui renewable energy yaitu geothermal, wind power, hidro turbine dan solar cell”, ujar Jusuf Kalla.

Wapres Jusuf Kalla berharap melalui penyelenggaraan ISES ini dapat dipikirkan mengenai gagasan tentang bagaimana penggunaan energi di masa mendatang dapat menghasilkan energi yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga lebih murah, baik, dan cepat. Para delegasi juga diharapkan dapat bertukar pikiran dan informasi mengenai pengembangan energi di negara masing-masing. "Ini adalah tantangan kalian para generasi muda apa solusinya, energi seperti apa yang lebih baik, lebih cepat. Inilah tugas kalian dalam dua sampai tiga tahun ke depan karena kalian akan menjadi ilmuwan," tambah Jusuf Kalla.

Tema ISES 2015 adalah "Connecting the Unconnected" dengan dasar pemikiran adanya kesenjangan dalam pemanfaatan serta pengembangan energi antara negara maju dan negara berkembang. , ISES 2015 ini akan diselenggarakan selama 4 (empat) hari dengan kegiatan yang terdiri dari konferensi, kompetisi studi kasus,  field trip dan berbagai kegiatan sosial. Presiden RI, Bapak Jokowi diagendakan menutup konferensi ini pada hari Sabtu, 13 Juni 2015.

June 8, 2015

Menristekdikti Serahkan SK CPNS Kemenristekdikti Angkatan 2015

Untuk mencapai good governance atau tata kelola pemerintahan yang baik, ada empat unsur yang selalu harus diperhatikan. Unsur pertama adalah transparency, yang kedua adalah fairness, unsur ketiga adalah accountability dan yang terakhir adalah responsibility. Keempat unsur ini apabila senantiasa dipegang oleh Pegawai Negeri Sipil akan meningkatkan kinerja dan integritasnya.

Hal tersebut disampaikan Menristekdikti, Bapak Mohamad Nasir saat memberikan pengarahan kepada puluhan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kemenristekdikti angkatan 2015 pada hari Senin, 8 Juni 2015 di Ruang Komisi Utama Gedung BPPT. Dalam arahan tersebut, Menristekdikti menekankan pentingnya para CPNS untuk memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi dalam melakukan pekerjaan, agar menghasilkan kinerja yang baik. "Bila dalam setahun ini para CPNS ini menunjukkan kinerja yang baik, maka bisa diusulkan untuk mengikuti diklat Prajabatan," ujar Menristekdikti.

Mohamad Nasir juga berpesan agar para CPNS sudah mempunyai proyeksi akan karir dan kompetensi yang akan dimiliki di masa depan. Bila CPNS tidak punya mimpi seperti itu maka sulit untuk berkembang, "Kalian harus sudah punya gambaran dalam 20 tahun ke depan apa yang akan kalian capai, misalnya kalian sudah menjadi Doktor atau sudah menguasai beberapa bahasa asing, atau bahkan kalian sudah berada pada posisi jabatan tertentu," ujar M Nasir.

Yang tidak kalah penting, menurut M. Nasir, para CPNS harus bekerja dengan sepenuh hati, bukan bekerja karena tekanan, namun bekerja karena mencintai pekerjaan. Selain itu CPNS juga harus bisa melakukan inovasi dalam pekerjaan, agar hasil yang dicapai lebih optimal. Acara diakhiri dengan penyerahan Surat Keputusan Menristekdikti tentang pengangkatan CPNS secara simbolis kepada 4 orang perwakilan CPNS angkatan 2015. Turut hadir dalam acara tersebut, Sekjen Kemenristekdikti; Ainun Na'im, Deputi Menristek Bidang Kelembagaan Iptek, Mulyanto; dan Kepala Biro Umum, Mohammad Ilmi. (mwr/humasristek)

June 1, 2015

Menristekdikti Kunjungi Provinsi NTT

Menristekdikti, Mohamad Nasir, mengawali aktivitas di bulan Juni 2015 dengan berkunjung ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Lokasi yang pertama kali dikunjungi Menristekdikti adalah Desa Fatuteta, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang (1/6). Didampingi Wagub NTT, Beny A. Litelnoni dan Bupati Kupang, Ayub Titu Eki, Menristekdikti berdialog langsung dengan penduduk setempat yang berprofesi sebagai petani dan peternak.

Dalam dialog ini Menristekdikti menghimbau para petani dan peternak untuk menggunakan benih hasil riset untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian dan peternakan mereka. Menristekdikti melihat potensi sektor peternakan dan pertanian di daerah ini dapat terus dikembangkan sehingga NTT bisa menjadi provinsi yang menyukseskan program swasembada pangan. Dalam kesempatan tersebut Menristekdikti memperkenalkan benih padi Sidenuk hasil inovasi para peneliti BATAN yang memiliki tingkat produktivitas yang tinggi. "Bila selama ini hasil panen petani lokal di bawah 5 ton per hektar, maka dengan benih padi sidenuk dapat ditingkatkan hasilnya menjadi 11 ton per hektar," ujar M. Nasir.

Selain menyerahkan benih padi Sidenuk, Menristekdikti juga memberikan benih padi Gogo hasil inovasi para peneliti LIPI yang dapat menghasilkan padi sampai dengan 6 ton per hektar saat musim kemarau."Jenis padi gogo ini cocok dengan iklim di NTT yang cukup panas," tambah M. Nasir

Di sektor peternakan, pada awalnya sapi NTT dapat berbobot lebih dari 1 ton, namun saat ini bobot sapi NTT hanya kurang dari 400 kg karena kesalahan dalam proses pengembangbiakan. Oleh karena itu, Menristekdikti menggandeng LIPI dan PT Karya Anugerah Rumpin akan konsisten mengembangkan sapi lokal yang unggul melalui teknik inseminasi buatan. "Saya berharap teknologi inseminasi buatan dapat mengembalikan kejayaan Provinsi NTT sebagai lumbung ternak sapi nasional. Oleh karena itu saya membawa para ahli dari LIPI dan PT KAR yang telah berhasil mengembangkan sapi lokal hingga berbobot 800-900 kg," ujar Menristekdikti.

di penghujung acara tersebut, Menristekdikti melakukan inseminasi buatan terhadap sapi lokal, dan juga menanam sorgum dan pohon jati di sekitar lokasi tersebut. Dalam kunjungan ke Fatuteta tersebut, Menristekdikti didampingi Deputi Bidang Pendayagunaan Iptek, Pariatmono Sukamdo; Direktur Kelembagaan Dikti, Hermawan Kresno Dipojono; Direktur Belmawa Dikti, Illah Sailah dan Kepala Biro Hukum dan Humas, Agus Sediadi.  (mwr/humasristek)