December 12, 2012

Penguatan Insfrastruktur Iptek untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Peran teknologi dan inovasi memiliki kontribusi yang sangat signifikan terhadap peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB). Pada tren pertumbuhan ekonomi negara-negara maju dapat dilihat hubungan bahwa semakin tinggi teknologi yang diterapkan maka semakin besar kontribusi sektor tersebut terhadap PDB. Sementara di Indonesia, kontribusi teknologi dan inovasi dalam proses produksi belum menggembirakan karena pertumbuhan masih cenderung bersandar pada eksploitasi sumber  daya alam mengandalkan faktor produksi konvesional land (tanah), labor (tenaga kerja) dan capital (modal). Untuk mengatasi rendahnya kontribusi teknologi dan inovasi tersebut, maka diperlukan penguatan infrastruktur kelembagaan dan jaringan iptek   sebagai dasar penyusunan agenda penelitian dan perekayasaan.

Hal itu dikemukakan Menristek, Gusti Muhammad Hatta saat memberikan pengarahan di depan peserta Dialog Nasional “Penguatan Infrastruktur Riset dan Pengembangan untuk Menunjang Kualitas dan Kemandirian Pertumbuhan Ekonomi Nasional” yang diselenggarakan di Auditorium BPPT, pada Rabu 12 Desember 2012. Acara tersebut merupakan rangkaian Sidang Paripurna III Dewan Riset Nasional (DRN) tahun 2012.              

Pada kesempatan tersebut, Menristek juga mengemukakan permasalahan yang tidak kalah penting dalam proses pembangunan Iptek adalah lemahnya infrastruktur keuangan penelitian dan perekayasaan. Menurut Menristek, perlu dilakukan terobosan untuk memperkuat infrastruktur keuangan dua sektor tersebut. “Dibidang infrastruktur keuangan penelitian lebih ditujukan untuk peningkatan nilai tambah pada proses penerapan dan pengembangan iptek sistem produksi. Sedangkan dibidang infrastruktur keuangan perekayasaan lebih ditujukan untuk peningkatan nilai tambah dalam rangka oprimalisasi serta efisiensi pada proses produksi”, ujar Menristek.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Armida S. Alisjahbana yang hadir sebagai keynote speaker pada dialog tersebut menyampaikan bahwa empat pilar Knowlege-based Economy yaitu pendidikan, infrastruktur, sistem inovasi nasional dan kebijakan ekonomi belum terintegrasi di Indonesia. Oleh karena itu, menurut Armida, untuk mempercepat pembangunan Iptek, maka keempat pilar ini harus tersinergi. “Bappenas bersama Kemenristek dan juga KIN akan berupaya mengintegrasikan keempat pilar ini”, ujar Armida.

Selain Kepala Bappenas, turut tampil sebagai pembicara Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Musliar Kasim. Peserta yang hadir merupakan para anggota DRN, DRD, Badan Litbang Kementerian, Perguruan Tinggi, serta para peneliti dan perekayasa.  (munawir)

December 10, 2012

1001 Manfaat Nuklir

Pemanfaatan teknologi nuklir tidak hanya terbatas untuk pembangkit listrik yang saat ini sudah digunakan lebih dari 30 negara di dunia. Namun nuklir juga bermanafaat untuk bidang lain misalnya kesehatan dan pangan. Dalam bidang kesehatan, radiasi dan zat radioaktif dapat digunakan untuk tujuan dan terapi suatu penyakit. Sedangkan dalam bidang pangan, radiasi nuklir dapat digunakan untuk mengetahui komposisi zat yang dibutuhkan oleh suatu tanaman. Bahkan dengan teknik mutasi, radiasi dapat digunakan untuk memperbaiki sifat tanaman, misalnya tingkat produktivitas, daya tumbuh, ketahanan hama dan penyakit, serta umur tanaman sehingga diperoleh varietas tanaman yang bersifat unggul.

Hal itu dijelaskan Hotmatua Daulay, Asdep Jaringan Iptek Pusat dan Daerah Kementerian Ristek, di depan para guru IPA tingkat SMP, SMA, SMK dan sederajat se-Balikpapan yang hadir pada kegiatan Sosialisasi Pengembangan  dan Pemanfaatan Iptek Nuklir untuk Kesejahteraan. Kegiatan yang diselenggarakan pada Senin,10 Desember 2012 di Hotel Le Grandeur Balikpapan tersebut terlaksana atas kerjasama Kementerian Ristek dengan Dinas Pendidikan Kota Balikpapan. Pada akhir sambutannya, Hotmatua memberikan contoh pemanfaatan nuklir sehari-hari di bidang pangan. "Buah-buahan yang kita konsumsi, ada yang telah melalui proses radiasi gamma yg membunuh mikroba sehingga buah-buahan tersebut lebih awet", ujar Hotmatua.

Totok Ismawanto, Kepala Seksi Kurikulum yg mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Balikpapan dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat memberikan wawasan pemanfaatan iptek nuklir, termasuk PLTN, sehingga peserta dapat mendesiminasikan wawasan dan pengalaman tersebut lebih lanjut kepada anak didik, para guru yang lain dan juga masyarakat umum. Hal ini bermuara pada upaya peningkatan mutu pendidikan di kota Balikpapan dalam bidang akademis maupun non akademis.   "Jika pengalaman dalam kegiatan ini dapat diaplikasikan dalam membimbing penyusunan karya ilmiah para siswa, tentu nilai positif dalam kegiatan ini akan semakin nyata", ujar Totok.

Para peserta mendapatkan pemaparan yang menarik  tentang teknologi nuklir dan aplikasinya dari Dimas Irawan, komunikator nuklir dari Pusat Diseminasi Iptek Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Sedangkan Suparman dari Pusat Pengembangan Energi Nuklir BATAN memaparkan tentang manfaat aplikasi teknologi nuklir untuk menjawab kebutuhan energi dunia.(munawir)