February 28, 2015

Menristekdikti Hadiri Peresmian JK Center of Technology

Untuk meningkatkan ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi di kawasan timur Indonesia, Universitas Hasanuddin Makassar membangun fasilitas JK Center of Technology di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Fasilitas yang berdiri di atas bekas lahan pabrik kertas tersebut dibangun dengan dana bantuan lunak Pemerintah Jepang senilai 7,8 juta yen sejak tahun 2010. Fasilitas tersebut pada hari diresmikan pada hari Jumat, 27 Februari 2015 oleh Wapres RI HM Jusuf Kalla dan dihadiri oleh Menristekdikti, M Nasir.

Dalam sambutannya, Wapres Jusuf Kalla mengatakan bahwa fasilitas ini dibangun untuk menjawab kebutuhan akan pusat teknologi untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Pada saat Jusuf Kalla menjabat Wapres pada periode 2004-2009, rencana pembangunan Institut teknologi tersebut diarahkan di luar jawa, baik di Barat maupun Timur Indonesia, agar kemampuan dan kualitas teknologinya sama dan merata. “Untuk membangun pusat inovasi dan teknologi itu harus ditopang fakultas teknik dari universitas yang kuat. Sebab itu, Universitas Hasanuddin (Unhas) saya pilih, bukan karena saya dari Makassar, melainkan karena Unhas lebih kuat daripada universitas lainnya di Indonesia timur”, ujar Jusuf Kalla

Sementara itu Menristekdikti, M Nasir saat memberikan sambutan menyampaikan apresiasi atas pembangunan fasilitas JK Center of Technology, yang merupakan bagian dari Fakultas Teknik UNHAS ini. Menurut M. Nasir, persaingan antara negara ASEAN akan semakin berat dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), tanpa ditopang upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan, khususnya berbasis teknologi. M Nasir menyarankan agar Fakultas Teknik tidak melepaskan diri dari UNHAS dan menjadi institut teknologi yang berdiri sendiri. “Unhas saat ini telah berstatus sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH). Dengan status tersebut, Unhas diharapkan lebih mandiri dan mampu mengembangkan perguruan tinggi yang lebih baik. Apabila Fakultas Teknik memisahkan diri berarti Fakultas Teknik akan kembali seperti semula untuk berjuang dari awal lagi”, ujar M Nasir.

Rektor Unhas, Dwia Aries Tina Pulubuhu menyatakan, nama JK diambil menjadi nama Center of Technology tersebut karena besarnya peran dari Wapres JK dalam pengembangan Kampus UNHAS di Gowa tersebut. Dwi menambahkan JK Center of Technology ini akan menjadi program studi untuk riset seluruh fakultas serta universitas dan industri lainnya. "JK Center juga menjadi tempat merekrut dan melatih tenaga ahli," katanya. (munawir)

February 26, 2015

Menyandarkan Nikmat Kepada Allah Ta'ala




السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Termasuk keyakinan yang harus diyakini dan diingat oleh setiap muslim bahwa kenikmatan dengan segala jenisnya adalah dari Allāh.

Allāh berfirman:

وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ

"Kenikmatan apa saja yang kalian dapatkan maka asalnya adalah dari Allāh." ( QS An-Nahl: 53 )

Dan termasuk syirik kecil apabila seseorang mendapatkan sebuah kenikmatan dari Allāh kemudian menyandarkan kenikmatan tersebut kepada selain Allāh.

Seperti mengatakan:

- kalau pilot tidak mahir niscaya kita sudah celaka
- kalau tidak ada angsa niscaya uang kita sudah dicuri
- kalau bukan karena dokter niscaya saya tidak sembuh

Ini semua adalah menyandarkan kenikmatan kepada sebab.

Allāh berfirman:

يَعْرِفُونَ نِعْمَتَ اللّهِ ثُمَّ يُنكِرُونَهَا

"Mereka mengenal nikmat Allāh kemudian mereka mengingkarinya." ( QS An Nahl : 83 )

Seharusnya dia sandarkan kenikmatan tersebut kepada Allāh, Zat yang menciptakan sebab, seperti dengan mengatakan:

- kalau bukan karena Allāh niscaya kita sudah celaka;
- kalau bukan Allāh niscaya uang kita sudah hilang;
- kalau bukan karena Allāh niscaya saya tidak akan sembuh.

Karena apa?

Karena Allāh-lah yang memberikan:

- nikmat keselamatan
- nikmat keamanan
- nikmat kesembuhan

Sedangkan makhluk hanyalah sebagai alat sampainya kenikmatan tersebut kepada kita.

Kalau Allāh menghendaki niscaya Allāh tidak akan menggerakkan makhluk-makhluk tersebut untuk menolong kita.

Ini semua, bukan berarti seorang muslim tidak boleh berterima kasih kepada orang lain.

Seorang muslim diperintah untuk mengucapkan syukur dan terima kasih kepada seseorang yang berbuat baik kepadanya karena mereka menjadi sebab kenikmatan ini.

Bahkan diperintah untuk membalas kebaikan tersebut dengan kebaikan atau dengan doa yang baik.

Namun pujian dan penyandaran kenikmatan tetap hanya kepada Allāh semata.

والله تعالى أعلم

Itulah yang bisa kita sampaikan pada kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqoh yang selanjutnya.

و صلى الله على نبينا محمد و على آل نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين.

Saudaramu,
Abdullāh Roy

February 24, 2015

Taat Ulama dalam Kebenaran




السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول

Ulama adalah orang-orang yang memiliki ilmu tentang Allāh & juga namaNya.

Ilmu yang membawa dirinya untuk bertaqwa kepada Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.

Mereka adalah pewaris para nabi dan kedudukan mereka di dalam agama Islam adalah sangat tinggi.

Allah telah mengangkat derajat para ulama & memerintahkan kita untuk ta'at kepada mereka selama mereka menyeru & mengajak kepada kebenaran dan juga kebaikan.

Allah Ta'ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ

"Wahai orang-orang yang beriman taatlah kepada Rasul & ulil amri kalian." (An Nisa 59)

Dan ulil amri disini mencakup ulama & juga umara (pemerintah).

Menghormati mereka (para ulama) bukan berarti menta'ati mereka dalam segala hal sampai kepada kemaksiatan.

Ulama, ayyuhal ikhwah, seperti manusia yang lain.

Ijtihad mereka terkadang salah dan terkadang benar.

√ Jika benar, mereka mendapatkan 2 pahala
√ Jika salah, mereka mendapatkan 1 pahala

Apabila jika telah jelas kebenaran bagi seorang muslim & jelas bahwasanya seorang ulama menyelisihi tersebut dalam sebuah permasalahan, maka tidak boleh seseorang menta'ati ulama tersebut kemudian dia meninggalkan kebenaran.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

"Tidaklah ada keta'atan dalam kemaksiatan. Sesungguhnya keta'atan hanya didalam kebenaran."

(Muttafaqun 'alaih)

Apabila seseorang menta'ati ulama dalam kemaksiatan kepada Allāh maka dia telah menjadikan ulama tersebut sebagai pembuat syariat & bukan penyampai syariat. Seperti yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi & Nashrani.

Allāh berfirman :

اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ...

"Mereka (orang-orang Yahudi & Nasrani) menjadikan ulama dan ahli ibadah mereka sebagai sesembahan selain Allah."

(QS at Taubat 31)

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menjelaskan ayat ini,  beliau mengatakan:

"Ketahuilah bahwa mereka bukan beribadah kepada para ulama & ahli ibadah tersebut, akan tetapi mereka apabila menghalalkan apa yang Allāh haramkan maka mereka ikut menghalalkan.

Dan apabila ulama & ahli ibadah tersebut mengharamkan apa yang Allāh halalkan maka mereka pun ikut mengharamkan."

Hadits ini hasan diriwayatkan oleh At-Tirmidzi.

Itulah halaqoh yang ke-23 sampai bertemu pada halaqoh yang selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

Saudaramu
Abdullah Roy

February 19, 2015

February 16, 2015

PT Honda Donasikan Mobil untuk Riset dan Edukasi

PT Honda Prospect Motor mendonasikan satu unit Honda City CNG kepada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di kawasan Puspitek, Serpong pada hari Senin, 16 Februari 2015. Unit Honda City CNG tersebut akan digunakan sebagai unit riset untuk edukasi dan pengembangan teknologi energi bahan bakar alternatif, khususnya gas di Indonesia.

Acara yang merupakan bagian dari program “Honda for Indonesia” ini dihadiri oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Republik Indonesia, Mohamad Nasir. Dalam sambutannya Menristekdikti menyambut baik penyerahan mobil CNG ini. “CNG bisa menjadi pilihan untuk bahan bakar alternatif. Saya berharap, hibah kendaraan bermotor berbahan bakar gas ini dapat membantu pemerintah dalam mengedukasi dan mensosialisasikan penggunaan CNG pada masyarakat luas,” ujar M. Nasir

Menurut Menristekdikti, dengan didonasikannya Honda City CNG ke BPPT sebagai unit riset, ada beberapa hal yang perlu dikaji oleh BPPT, diantaranya seberapa ramah sedan CNG ini terhadap lingkungan dan seberapa tangguh melakukan perjalanan di Indonesia. Selain itu perlu juga dikaji apakah harganya kompetitif di pasar Indonesia. “Kalau harga tidak kompetitif, meskipun teknologinya bagus dan kendaraannya ramah lingkungan, masyarakat tidak akan beli,” ujar M. Nasir.

Sementara itu Tomoki Uchida, President Director PT Honda Prospect Motor mengatakan, “Honda City CNG merupakan sebuah terobosan dalam teknologi otomotif yang cocok untuk diterapkan dalam waktu mendatang, dengan kombinasi antara efisiensi bahan bakar serta emisi yang bersahabat dengan lingkungan. Kami berharap Honda City CNG ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk dipelajari, sebagai salah satu kendaraan dengan energi bahan bakar alternatif yang sesuai untuk dapat diterapkan ke depannya”.

Honda City CNG pertama kali diperkenalkan di Thailand pada tahun 2012. Honda City CNG merupakan terbosan baru untuk sebuah mobil jenis sedan subcompact. Honda City CNG menggabungkan dua konsep pengembangan yaitu “New Value of CNG” dan “Exceed Proud Sedan”.

Honda City CNG menggunakan mesin 1.5 liter i-VTEC SOHC empat silinder yang mempunyai dua buah sumber tenaga, yaitu mesin bertenaga bensin (konvensional) dan CNG. Honda City CNG mempunyai penambahan perangkat pada mesin berupa tanki gas berkapasitas 42 liter yang terdapat pada bagasi mobil. Honda City CNG sudah memenuhi standar emisi EURO 4 dan saat ini hanya dijual untuk Pasar Thailand. (munawir)

February 13, 2015

Menristekdikti Dorong Mahasiswa Bidikmisi Unmul Berprestasi Tinggi

Dalam kunjungannya meninjau Kampus Unmul Samarinda, Menristekdikti Mohamad Nasir meluangkan waktu berdialog dengan perwakilan mahasiswa Unmul yang menerima beasiswa Bidikmisi. Didampingi Rektor Unmul, Masjaya dan Dekan Fakultas Teknik Unmul, Dharma Widada, Menristekdikti mengawali dialog dengan bertanya kepada para mahasiswa, "Saya ingin tahu, manfaat apa yang kalian rasakan dari Beasiswa Bidikmisi?" tanya M Nasir

Pertanyaan tersebut langsung dijawab oleh Mohammad Hadiyanu, Ketua Umum Keluarga Mahasiswa Bidikmisi Unmul, menjawab bahwa manfaat beasiswa Bidikmisi sangat luar biasa. Hadiyanu mengungkapkan terima kasihnya karena seluruh biaya pendidikannya mulai dari awal kuliah hingga selesai S1 nanti sudah dijamin oleh beasiswa Bidikmisi. "Yang paling kami rasakan manfaatnya adalah pembiayaan living cost, sehingga kebutuhan hidup kami selama kuliah dapat terpenuhi," ujar Hadiyanu.

Penerima beasiswa Bidikmisi lainnya, bernama Hani, mahasiswi FKIP Unmul jurusan Bahasa Ingris mengungkapkan bahwa dengan beasiswa Bidikmisi, mahasiswa kurang mampu namun berprestasi dapat berkuliah dan menjadi orang yang hebat. "Orang tua saya adalah TKI, saya berasal dari daerah perbatasan di Nunukan, dengan beasiswa Bidikmisi orang tua saya dapat tertolong dan saya dapat melanjutkan sekolah," ujar Hani.

Mendengar jawaban dari para mahasiswa tersebut, Menristekdikti berpesan agar para mahasiswa menjaga prestasi selama kuliah agar kelak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. "Indeks Prestasi usahakan konsisten di atas 3,5 dan kemampuan berbahasa asing juga harus ditingkatkan. Kalian ingin sekolah dimana, silahkan mencari perguruan tinggi terbaik di dunia, negara yang akan membayar," ujar M Nasir.

Menurut Menristekdikti, beasiswa Bidikmisi ini mampu memutus mata rantai kemiskinan di Indonesia. Beasiswa ini memberikan peluang kepada bibit-bibit potensial dari seluruh pelosok nusantara untuk bangkit. Menristekdikti meminta kepada Rektor Unmul untuk merekomendasikan mahasiswa terbaik untuk mendapatkan beasiswa ke jenjang yang lebih tinggi,"Jangan puas dengan gelar S1, namun harus sekolah sampai S2 dan S3," ujar Menristekdikti menutup pesannya kepada para mahasiswa. (munawir)

Menrisetkdikti Kunjungi Universitas Mulawarman

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir berkunjung ke Samarinda pada hari Jumat, 13 Februari 2015. Kunjungan tersebut untuk menerima hibah aset dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kepada Kementerian Riset dan Teknologi untuk kemudian dikelola oleh Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda. Acara serah terima hibah aset tersebut berlangsung di Pendopo Lamin Etam Kantor Gubernur Kaltim.

Dalam sambutannya, Menristekdikti memberikan apresiasi kepada Gubernur Kaltim, Awang Faroek yang telah berinisiatif menyerahkan pengelolaan aset yang selama ini digunakan oleh Universitas Mulawarman. Menristekdikti berharap dengan serah terima hibah aset ini, Unmul ke depan dapat melakukan pengelolaan yang lebih baik. "Alhamdulillah, inisiatif dari Bapak Gubernur sangat luar biasa, hal ini menunjukkan keinginan Bapak Gubernur melihat Unmul menjadi universitas terbaik yang dapat bersaing di kelas dunia," ujar Menristekdikti

Gubernur Kaltim, Awang Faroek, menyampaikan bahwa selama ini Pemprov Kaltim telah memberikan kontribusi yang besar dalam pembangunan infrastruktur Kampus Unmul, disamping memberikan beasiswa dalam jumlah yang sangat besar kepada para mahasiswa di Unmul. Menurut Awang, kontribusi yuang lebih besar dapat diberikan oleh Pemprov, namun terkendala oleh Undang-Undang Pendidikan Tinggi yang menegaskan pengelolaan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) oleh Pemerintah Pusat. Menanggapi hal tersebut, Menristekdikti mengatakan keinginannya untuk memberikan keleluasaan kepada PTN agar dapat dikelola oleh daerah masing-masing, "Aturannya akan kita revisi, sehingga ada cost sharing antara pemerintah pusat dan daerah dalam memajukan PTN di daerah. Apabila daerah sudah mampu, maka akan dipersilahkan mengelola PTN," ujar M Nasir.

Tanah yang merupakan Aset Milik Pemerintah Daerah Provinsi Kaltim diserahkan atau dihibahkan berdasarkan persetujuan DPRD Provinsi Kaltim nomor : 03 Tanggal 11 Februari 2014 tentang Penghapusan dan Hibah Barang Milik Daerah Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, dan Keputusan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 030/K.321/2014 tanggal 28 Mei 2014. Tanah dan bangunan tersebut digunakan untuk kepentingan Penyelenggara Pendidikan dan selanjutnya tercatat sebagai Inventaris Aset Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.

Adapun aset yang diserahterimakan adalah Tanah dan Gedung untuk,Tanah Kampus Unmul Gunung Kelua Samarinda seluas 692.553 m² (belum bersertifikat). Tanah Kampus Laboratorium Faperta Desa Manunggal Jaya Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara seluas 20.500 m² (belum bersertifikat). Tanah Kampus Unit Pelaksana (UP) Fakultas Ilmu Budaya UPT Balai Bahasa Jalan Pulau Flores Samarinda seluas 5.475 m² (Sertifikat HP.179). Tanah Kampus FKIP eks SPGN Jalan Banggeris Samarinda seluas 32.025 m² (belum bersertifikat).

Turut hadir dalam acara serah terima aset tersebut adalah Rektor Unmul, Masjaya; Direktur P2M Ditjen Dikti, Agus Subekti; Ketua DPRD Kaltim, H.M. Syahrun HS; serta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kaltim, Civitas Akademika dan juga mahasiswa Universitas Mulawarman. (munawir)

February 9, 2015

Menristekdikti Tinjau Politeknik Negeri Batam

Dalam kunjungan kerjanya ke Batam pada hari Senin, 9 Februari 2015 dalam rangka menghadiri Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2015, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir menyempatkan berkunjung ke Politeknik Negeri (Poltek) Batam. Dalam kunjungannya tersebut, Menristekdikti melakukan dialog dengan pimpinan, dosen hingga mahasiswa Poltek Batam.

Menristekdikti menyampaikan bahwa Poltek Batam sangat strategis dan potensial karena berada di daerah yang berbatasan langsung dengan negara maju seperti Singapura. Sebagai perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan terapan, Poltek Batam diharapkan mampu menghasilkan tenaga terampil yang dapat diserap oleh pasar industri di dalam dan luar negeri.

Menristekdikti berpasan kepada Direktur Poltek Batam, Priyono Eko Sanyoto, agar para dosen di Poltek Batam kian meningkatkan kompetensinya melalui pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Dosen harus sekolah lagi. Untuk itu Poltek Batam dapat menjalin kerjasama pengembangan SDM dengan lembaga pendidikan seperti NUS atau NTU di Singapura, atau UTM di Malaysia,” ujar Menristekdikti.

Menristekdikti menutup kunjungannya dengan meninjau “Teaching Factory” Manufaktur Elektronika dan berbagai karya mahasiswa Poltek Batam seperti aplikasi Smart Home, Robot Sepakbola, dan drone. Dalam kunjungannya tersebut, Menristekdikti didampingi oleh Kepala Biro Hukum dan Humas RISTEK, Agus Sediadi dan Direktur Kelembagaan dan Kerjasama DIKTI, Hermawan Kresno Dipojono. (munawir)

Menristekdikti Dukung Pengembangan Sekolah Formal Jurnalisme

Dalam acara puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2015 di Batam pada hari Senin, 9 Februari 2015, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir menandatangani Kesepakatan Bersama dengan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Margiono dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Kesepakatan tersebut  dibuat sebagai dasar untuk mendirikan sekolah formal jurnalistik pertama di Indonesia, yang akan dibangun di Semarang.

Menurut Menristekdikti, tujuan didirikannya lembaga pendidikan formal untuk profesi jurnalisme adalah untuk meningkatkan proefesinalisme para wartawan. “Berita yang kurang berkualitas dan tidak berimbang lazimnya diakibatkan oleh kurangnya pemahaman wartawan terhadap profesi jurnalis itu sendiri,” ujar Menristekdikti.

Sementara itu, Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla yang hadir pada peringatan HPN tersebut berharap agar ke depan pers dapat lebih obyektif dan makin profesional sebagai salah satu pilar demokrasi yang memperkuat penyelenggaraan negara. “Sesuai dengan tema HPN tahun ini, Pers Sehat Bangsa Hebat, maka pers harus menjadi mata dan telinga yang obyektif dan menjadi pemersatu bangsa,” ujar Wapres RI.

Turut hadir dalam acara ini Ketua MPR, Zulkifli Hasan; Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo; Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara; Ketua Dewan Pers, Bagir Manan dan puluhan Gubernur, Bupati dan Walikota. Kegiatan HPN yang digelar setiap tahun pada tanggal 9 Februari merupakan hari yang istimewa bagi seluruh insan pers di Indonesia, yang peringatannya diisi dengan berbagai kegiatan lomba, seminar hingga pameran. (munawir)

February 1, 2015

Menristekdikti Tandatangani Kerjasama dengan PBNU

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), Mohamad Nasir menghadiri peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU) ke-89 dan Launching Muktamar ke 33 yang digelar di Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jalan Kramat Raya Jakarta pada Hari Sabtu, 31 Januari 2015. Pada kesempatan tersebut, Menristekdikti bersama beberapa Menteri Kabinet kerja lainnya menandatangani Memorandum of Understanding dengan PBNU terkait kerjasama di bidang pemberdayaan masyarakat.

Wapres RI, Jusuf Kalla yang turut hadir menyaksikan penandatanganan MoU tersebut dalam sambutannya mengajak Nahdlatul Ulama mengedepankan ajaran yang moderat demi menghilangkan radikalisme dengan memikirkan kemajuan Islam yang bisa menjadi referensi dunia internasional. Dengan menjadikan Indonesia pusat pemikiran Islam, kata Kalla, maka Indonesia isa menjadi pusat referensi pemikiran Islam yang moderat dan mengambil jalan tengah dalam menyelesaikan pertikaian.

Pada kesempatan tersebut, Ketua PBNU, Said Aqil Siradj, memberikan penghargaan kepada beberapa tokoh yang dianggap berjasa terhadap perkembangan NU, salah satunya kepada Muhammad Kalla yang merupakan orang tua dari Wapres RI, Jusuf Kalla. Acara ditutup dengan penandatanganan prasasti peresmian 23 perguruan tinggi NU secara simbolis oleh Wapres Jusuf Kalla.

Acara tersebut dihadiri oleh beberapa pejabat negara seperti Ketua MPR, Zulkifli Hasan; Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dakhiri; Menteri Pemuda dan Olah Raga, Imam Nahrawi; Menteri Desa dan PDT, Marwan Ja’far; Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa; dan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin. (munawir)