Kepala Tiga

Kalau saya bilang hari ini baru menginjak usia 30 tahun, saya sudah bisa menebak reaksinya.

"Masa sih?" "Sumpeh lo?" "Ah, yang bener aja, Wi."

Reaksi seperti itu sudah jadi makanan sehari-hari saya — bahkan sejak usia 25. Entah karena tampang saya yang memang terlihat lebih tua dari umur sebenarnya, entah karena jenggot yang saya pelihara, atau karena sudah punya dua anak yang mulai beranjak besar. Teman saya dari Mongolia bahkan punya teori tersendiri: perut buncit saya yang jadi biang keroknya.

Thanks ya, bro. Sangat membantu. 🙂


Tapi kali ini serius — hari ini benar-benar hari jadi saya yang ke-30, berdasarkan kalender Masehi. Kalau dihitung berdasarkan kalender Hijriyah, ulang tahun saya jatuh sekitar tiga minggu lagi, tepatnya 28 Sya'ban.

SMS pertama yang masuk pagi ini — tentu saja dari Mama. Beliau mendoakan agar saya menjadi lebih baik, bisa jadi panutan, dan kebanggaan keluarga. Ada satu kalimat Mama yang langsung menghentikan saya sejenak: "Umur tidak bertambah, tapi semakin berkurang."

Benar sekali, Ma. Terima kasih untuk pengingat yang paling sederhana sekaligus paling dalam itu. Aamiin, Allahumma aamiin.


Tiga Puluh, Lalu Apa?

Memasuki kepala tiga, ada dua daftar yang saya bawa.

Yang pertama, harapan jangka pendek — dua hal yang sudah terlalu lama tertunda: tesis yang segera kelar, dan program diet yang kali ini benar-benar dijalankan. Keduanya sederhana di atas kertas, tapi entah kenapa selalu berhasil lolos dari genggaman. Tidak boleh lagi seperti itu.

Yang kedua, mimpi jangka panjang — dan daftarnya cukup panjang. Menjadi expert di bidang PR, menguasai banyak bahasa asing, dan — yang paling saya impikan — hafal Al-Qur'an. Aamiin.


Tiga puluh bukan angka yang perlu ditakuti. Tidak ada kata terlambat untuk mulai, untuk berbenah, untuk bermimpi lebih besar.

Man jadda wajada — siapa yang bersungguh-sungguh, ia akan berhasil. Man shabara zhafira — siapa yang bersabar, ia akan menang. Man saara 'alad darbi wasala — siapa yang terus berjalan di jalannya, ia akan sampai.

Bismillah, kepala tiga. Mari melangkah.


Posting Komentar

0 Komentar