LLDIKTI XVI Pacu Dosen melalui Sharing Session Matching Fund 2023


Untuk meningkatkan partisipasi dosen dan peneliti di PTS LLDIKTI Wilayah XVI dalam memanfaatkan program Matching Fund, LLDIKTI Wilayah XVI menyelenggarakan sharing session pada hari Rabu, 11 Januari 2023. Pada kegiatan tersebut, LLDIKTI menghadirkan narasumber 2 orang dosen dari Perguruan Tinggi di Sulawesi Utara yang tahun lalu berhasil mendapatkan pendanaan Matching Fund dari Kemdikbudristek.

Narasumber yang pertama adalah Bet El Silisna Lagarense, dosen Politeknik Negeri Manado yang mengajukan judul proposal Pemodelan Data Science Pariwisata Digital Pada Destinasi Pariwisata Super Prioritas Likupang Sulawesi Utara. Guru Besar pertama di perguruan tinggi vokasi tersebut menceritakan berbagai pengalamannya mulai dari penyusunan proposal, konsolidasi dengan mitra, pengambilan data di lapangan hingga proses monitoring dan evaluasi dari Kemdikbudristek. Adapun narasumber yang kedua adalah Edson Yahuda Putra dari Universitas Klabat yang mengambil Judul Proposal Aplikasi Penunjang Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor di Provinsi Sulawesi Utara. Edson juga membagikan berbagai tips dan trik dalam menyusun proposal yang menarik dan berpeluang untuk lolos pendanaan Matching Fund berdasarkan pengalamannya tahun lalu.

Menurut Kepala LLDIKTI Wilayah XVI, Munawir Razak, kegiatan ini dilaksanakan karena tahun lalu hanya satu proposal dari PTS di Wilayah XVI yang mendapatkan pendanaan melalui Matching Fund. Padahal tahun lalu, untuk perguruan tinggi akademik terdapat 927 Proposal yang didanai melalui 7 gelombang program Matching Fund ini. ”Kita berharap dengan mendengarkan pengalaman langsung dari Prof Bet dan Pak Edson, rekan-rekan dosen di wilayah XVI terpacu untuk mengajukan proposal melalui program ini”, ujar Munawir.

Matching Fund adalah bentuk nyata dukungan Kemdikbudristek untuk penciptaan kolaborasi dan sinergi strategis antara Insan Perguruan Tinggi (lembaga perguruan tinggi) dengan pihak Mitra. Dengan alokasi dana sebesar total Rp1 triliun, Matching Fund menjadi salah satu nilai tambah terbentuknya kolaborasi antara dua pihak melalui platform Kedaireka. Dukungan Matching Fund ini diprioritaskan bagi kolaborasi yang berkontribusi terhadap pencapaian 8 (delapan) Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi yang telah ditetapkan oleh Kemendikbudristek. Selain tema secara umum, penelitian yand didanai juga dapat memilih tema yang terkaiit dengan (a) Ekonomi hijau/green economy (terutama terkait dengan pertanian berkelanjutan, energi terbarukan, konservasi sumber daya alam); (b)  Ekonomi digital/digital economy (terutama terkait pembuatan dan pengembangan layanan berbasis teknologi untuk UMKM, pembangunan industri gaming dan animasi); (c)  Ekonomi biru/blue economy (terutama terkait budidaya dan pengelolaan sumber daya laut, pengembangan teknologi pengelolaan sumber daya laut); (d)  Kemandirian kesehatan (terutama terkait pembuatan dan pengembangan alat kesehatan, pembuatan dan pengembangan obat herbal dan non-herbal, penanganan permasalahan stunting); serta (e)  Pemulihan ekonomi dan pengembangan pariwisata (terutama terkait pengembangan dukungan program wisata di 5 destinasi super prioritas, pengembangan platform dan database untuk melakukan kurasi budaya). Dosen dan Peneliti dapat mengajukan proposal paling lambat tanggal 31 Januari 2023 melalui laman https://kedaireka.id/matchingfund

0 Komentar