
Kalau ditanya siapa sahabat paling dekat selama kuliah, jawabannya tidak perlu saya pikir panjang: Syah M. Aziz Zurohman.
Persahabatan kami dimulai sejak hari-hari pertama ospek — kami sudah satu kelompok di kawasan Asia Tenggara. Dari situ saja seolah sudah ada isyarat bahwa perjalanan kami akan terus beriringan. Di pementasan ospek, Aziz tampil sebagai Gus Dur sementara saya berperan sebagai panglima perang Abu Sayyaf. Di Inaugurasi, saya memerankan tokoh bernama Sulaiman — dan Aziz menjadi kepala desa yang putrinya saya taksir dalam cerita itu.
Kebetulan-kebetulan kecil terus datang sepanjang masa kuliah. Hampir semua tugas dikerjakan bersama. Kami sering tergabung dalam kelompok yang sama. Dan lebih dari sekali, tanpa ada janjian sebelumnya, kami tiba di kampus dengan mengenakan jenis dan warna pakaian yang sama persis. Sampai teman-teman kadang menggeleng tidak percaya.
Saat KKN, kami ditempatkan di kecamatan yang sama. Selepas KKN, kami mengajukan judul skripsi di hari yang sama, mendapat dua dosen pembimbing yang sama, menjalani seminar proposal di hari yang sama, dan — ini yang paling menggelikan — ujian skripsi di hari yang sama, pada jam yang sama.
Beberapa hari setelah wisuda, kami pun sama-sama mendaftar kerja di Bank Danamon dan TRAC.
Kini kami sama-sama bekerja di Jakarta. Saya di kantor pemerintah, Aziz di swasta. Selama ini kami terus berjalan seiring — tapi kali ini, untuk pertama kalinya, Aziz melangkah lebih dulu ke babak yang belum saya masuki.
Ahad, 3 September 2006, Aziz menikah.
Saya tidak bisa hadir di hari yang penting itu. Saat walimah berlangsung, saya sedang berada di Yogyakarta untuk persiapan meeting SC Bioteknologi. Rasanya ada yang mengganjal — sebagai sahabat, hadir di hari seperti itu seharusnya tidak perlu ditawar.
Tapi dari jauh, doa saya panjatkan sepenuh hati: semoga pernikahan Aziz senantiasa dipenuhi keberkahan, dan rumah tangga yang ia bangun menjadi rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan penuh rahmah.
Aamiin.
Selamat menikah, akhi. Semoga yang terbaik selalu menyertaimu.
1 Komentar
I'm firrst!
BalasHapuszie zie akh aziz,barakallah yah...semoga kebaikan ini nular ke awi supaya cepat2 nikah...dan nular ke gue juga,yuuuuuu...