Tidak terasa, hari ini tepat setahun saya diberi amanah untuk memimpin LLDIKTI Wilayah XVI.
Satu tahun terasa cepat — tapi kalau dilihat ke belakang, cukup banyak yang sudah kami kerjakan bersama.
Menata Fondasi
Prioritas utama di tahun pertama ini adalah membenahi sistem kerja dari dalam. Langkah awalnya terdengar sederhana tapi tidak mudah: menetapkan standar pelayanan, menyusun SOP, dan memetakan proses bisnis agar semua berjalan di atas rel yang jelas. Bersamaan dengan itu, saya mengaktifkan SPI dan TPKN sebagai bagian dari penguatan pengawasan internal.
Di sisi layanan, saya mereplikasi sistem pelayanan terintegrasi berbasis web dari kantor lama — sebuah pendekatan yang sudah terbukti dan tinggal disesuaikan dengan konteks wilayah baru. Kami juga mulai menggunakan tanda tangan elektronik, menerapkan layanan helpdesk berbasis pesan instan, hingga mencanangkan tata nilai dan budaya kerja yang kami sebut "CERDAS".
Semua semangat transformasi ini kami ikat dengan sebuah komitmen bersama: deklarasi dan penandatanganan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi oleh seluruh pegawai. Bukan sekadar seremonial — ini adalah janji yang ingin kami pegang dan buktikan lewat kerja nyata sehari-hari.
Melayani Perguruan Tinggi
Berbenah ke dalam tentu tidak boleh membuat kami melupakan tanggung jawab ke luar.
Memfasilitasi peningkatan mutu perguruan tinggi di wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo tetap menjadi prioritas yang tidak pernah kami kesampingkan. Untuk tahun 2024, kami sudah mulai merancang berbagai program yang kami harapkan benar-benar efektif — bukan sekadar kegiatan yang terlaksana, tapi program yang terasa manfaatnya langsung oleh perguruan tinggi di lapangan.
Satu hal yang ingin saya tekankan: saya tidak ingin LLDIKTI hanya bicara kepada perguruan tinggi — saya ingin mendengar dari mereka. Setiap perguruan tinggi punya kondisi dan kebutuhan yang berbeda-beda, dan program yang baik harus lahir dari pemahaman atas kebutuhan itu.
Modal Terbesar: Tim yang Solid
Kalau ditanya apa yang paling saya syukuri dari setahun ini, jawabannya bukan soal program atau capaian angka. Yang paling saya syukuri adalah tim.
Tim saya di sini solid, mau belajar, dan tidak mudah puas. Itu modal yang jauh lebih berharga daripada apapun. Dengan fondasi seperti itu, saya yakin LLDIKTI Wilayah XVI bisa terus tumbuh — kompetitif, relevan, dan tidak tertinggal dari wilayah-wilayah lain yang sudah lebih lama eksis.
Perjalanan masih panjang. Tapi satu tahun ini sudah cukup meyakinkan saya bahwa arahnya benar.






0 Komentar