Buka Puasa IAPIM Jabodetabek

Tadi malam adalah salah satu malam Ramadan yang paling berkesan tahun ini.

Lebih dari 50 alumni Pesantren Modern IMMIM yang berdomisili di Jabodetabek berkumpul dalam satu acara buka puasa di Dapur Sunda, Pancoran. Bagi yang sudah lama mengikuti geliat komunitas alumni di sini, angka itu terasa istimewa — biasanya acara gathering hanya dihadiri belasan orang saja.

Yang lebih mengejutkan lagi, menurut Kanda Amir Zaman yang menjadi host malam itu, undangan awalnya hanya dikirimkan ke tiga orang. Tapi pesan singkat itu rupanya menggelinding sendiri dari satu nomor ke nomor lain, hingga yang hadir jauh melebihi perkiraan semula. Begitulah kalau silaturrahim sudah menjadi kerinduan bersama — tidak perlu banyak dorongan untuk berkumpul.




Wajah-Wajah yang Akrab

Yang hadir pun beragam luar biasa. Ada anggota DPR, ada musisi, ada ustaz, ada pegawai negeri. Ada yang datang dari angkatan pertama, ada yang dari angkatan ke-21. Latar belakang berbeda-beda, profesi bermacam-macam — tapi begitu bertemu, semuanya larut dalam satu suasana yang sama: nostalgia.

Dan memang, ikatan alumni Pesantren IMMIM punya kekuatan tersendiri yang sulit dijelaskan kepada orang luar. Enam tahun tinggal bersama dalam satu kampus — merasakan suka dan duka yang sama, makan dari dapur yang sama, menjalani rutinitas pesantren yang kadang berat tapi justru itulah yang membentuk karakter — menciptakan persaudaraan yang tidak mudah pudar meski bertahun-tahun berlalu dan jarak memisahkan.





Kanda Ikhsan memberikan tausiyah kepada para alumni

Tausiyah yang Mengingatkan

Acara buka puasa malam itu juga diisi dengan tausiyah oleh Ustaz Ikhsan, Lc. — alumni angkatan 1985.

Pesan beliau sederhana tapi mengena: apa pun profesi yang kita geluti sekarang, jangan lupa bahwa kita adalah alumni pesantren. Identitas itu membawa tanggung jawab — tugas sebagai dai tidak boleh terkubur di balik kesibukan dunia. Jangan sampai gemerlap kehidupan membuat kita lalai kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Jazakallah khairan, Ustaz Ikhsan. Pengingat yang tepat, di waktu yang tepat.


Sebelum acara ditutup, Kanda Amir Zaman mendata seluruh peserta yang hadir. Satu keputusan pun disepakati bersama: insya Allah akan ada acara silaturrahim halal bihalal pada bulan Syawal nanti.

Semoga terlaksana — dan semoga yang hadir bisa lebih banyak lagi.


Catatan :
- IMMIM : Ikatan Masjid Musholla Indonesia Muttahidah

- IAPIM : Ikatan Alumni Pesantren IMMIM

Posting Komentar

8 Komentar

  1. nak, apa kabarmu?
    lama tak jumpa...ada sisa buka nggak ya?
    hehehehe

    BalasHapus
  2. Ramenya....
    Aku punya sepupu yang sekrg jd kakak ipar jug alumni IMMIM tp ga tau angk berapa. Namanya Warham. Kenal ga?

    BalasHapus
  3. hmm..seru nya acara bukbar nya mas..met menjelang lebaran y.

    BalasHapus
  4. Assalamu Alaikum Wr. Wb.

    Wir... rame acara IAPIM buka puasa di Jkt situ ya. Ramadhan lalu sih buka di situ sama Sahrin & Nyop. Ustadz Ikhsan itu dimana alamatnya sekarang. Nah dia itu alumni 85, kalo sy 86.
    Kalo sy sih menetap di makassar de, nanti kita bisa ketemu di Jkt sana, sy sering2 kok ke situ, sy sama Sahrin Wkl Ketum DPP KNPI, dan Mr. Qiky Asmara itu Wasekjen saya.
    Pada salama' ndi.

    Wassalam
    armin

    BalasHapus
  5. Ramenya tawwa.. Salam buat Jantra. Dari gambar, kayaknya dia paing nyimak tausiyah...

    BalasHapus
  6. ASSALAMU ALAIKUM WR.WB
    SAYA DARI SANTRI PESANTREN IMMIM ANGKATAN 2004-2010 MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS KEBERHASILAN KAKAK TAPI KEADAAN PESANTREN SEKARANG SUDAH TIDAK SEPERTI DULU LAGI JADI KAPAN2 KAKAK BISA DATANG BERKUNJUNG KESINI UNTUK MELIHAT KEADAAN SEKARANG DAN MUNGKIN KAKAK BISA MEMBINA DISINI

    BalasHapus
  7. Wiihh.. fotonya ucup
    kayanya wajah ini masih teringat jelas di ingatan saya..
    waktu itu sy suka ambil embernya waktu mau mandi di raja faisal..
    masih idup anta ncup..

    BalasHapus
  8. hhmm.... saya tertarik dengan alumni pesantren. silahkan berkunjung di www.immim-putra.com
    kebetulan ada khusus rubrik tentang alumni, sekalian mendata siapa dan dimana saja alumni pesantren tersebar di muka bumi ini.

    mumpung, sekarang IMMIM lg membangun kampus 2 di moncong loe, maka saya menawarkan investasi akhirat buat para alumni, dengan mengalokasikan hartanya untuk sadaqah jariyah, ada kok no rekeningnya di web.

    BalasHapus