Resensi Buku: Ketika Cinta Bertasbih 1

Tepat sebelum azan magrib dikumandangkan, saya menyelelesaikan bacaan novel Ketika Cinta Bertasbih. Tidak butuh waktu lama memang bagi saya untuk melahap habis untaian kisah yang ditulis dengan indahnya oleh Kang Abik dalam novelnya tersebut. Rasa tak sabar sudah menghinggapi diri untuk membaca kelanjutan kisah Khairul Azzam, Fadhil, Furqon, Hafez, Anna Althafunnisa, Eliana, dan tokoh-tokoh lainnya pada episode 2 dwilogi Ketika Cinta Bertasbih ini...

Sebagaimana karya-karya Kang Abik terdahulu, karyanya kali ini juga sarat dengan hikmah yang dapat dipetik oleh pembacanya. Kutipan-kutipan ayat, hadits, mahfudzat, kisah sahabat bahkan kaidah ushul fiqhi memang menjadi kekayaan dari tulisan Kang Abik. Karakter yang dilakonkan para tokoh di novel tersebut, memang sudah jadi barang langka di kalangan remaja dan pemuda masa kini, namun melahirkan kerinduan bagi pembaca untuk dapat memiliki karakter-karakter tersebut, seperti karakter yang mencintai ilmu, yang menjunjung tinggi kesucian diri, jiwa dan cinta, serta karakter paripurna yang mencontohkan sikap tauladan dalam menghadapi problema asmara yang sudah pasti selalu mendera semua pemuda-pemudi yang memiliki cinta di hatinya.


Kepiawaian Kang Abik dalam menjelaskan keindahan tiap detil sudut kota-kota dalam novel tersebut juga menumbuhkan kerinduan pada negeri seribu menara tersebut. Dua jempol naik deh buat Kang Abik, tokoh Abdullah Khairul Azzam dalam novelnya ini lagi-lagi menjadi inspirasi banyak orang sebagaimana tokoh lain pada novel-novelnya yang terdahulu. kali ini Kang Abik mampu merombak standar keberhasilan seorang mahasiswa yang selama ini sering dinilai dari sisi prestasi akademis saja. menurut saya, tokoh Azzam yang lebih fokus pada bisnis bakso dan tempenya untuk bisa survive di Mesir dan mampu memberi nafkah pada keluarganya di Indonesia adalah keberhasilan sejati.

12 comments:

Anonymous said...

Salam..

Wah, bagus banget novel nih! Pasti akan ku dimiliki novel ini nanti.. Thanks Awi for the sharing..

-zuraini-

deen said...

wets... kenapa bisa sama begitu?..se juga baru aja minggu kemaren khattam mi KCB(Ketika Cinta Bertasbih)-ku, 2bulan bo!.. padalah A2C cmn seminggu ji.. rencana se jg mo cerita di blogku nanti..huwaaa... nalumbai ma'.. nd terima..nd terima../*mencak2

dede said...

aslm wrwb,met hari senen,
dataaang... kalo gue lagi ngurusin penerbitan buku temen neh Wi... :)

Anonymous said...

ayik juga rtikel ini

rini said...

ah........ udah baca tapi ngak habis (sengaja), diloncat2 aja. karena ceritanya mudah ditebak beda dgn a2c. bagusan juga "Rahasia Dua Hati" tapi sayang tidak sebooming a2c

Asta Qauliyah said...

Novel kang Abik memang cukup bagus dibaca. Hampir mirip dengan Ayat2 Cinta. hehehe. Enak dibaca barangkali karena kebetulan ngonteks dengan hati pembacanya kali ya?

AMA said...

senangnya.... di'! kalo bisa baca buku apa aja n dengan mudah belinya di toko2 buku terdekat. gak sama dengan kota ambon. toko bukunya kira kira 3 biji n gak lengkap lagiiii...woaaaaa....nangis degh..

Adink said...

Sy nunggu sampe edisi Hard Cover nya keluar deh, biar bisa awet.

Pinjamma dulu bukuta ces :)

Asep said...

Ayat-Ayat Cinta memang menjadi fenomena novel di Indonesia, sudah 160 ribu dicetak. Ketika Cinta Bertasbih, dwilogi novelnya juga menggetarkan. Apa kata Kang Abik? Simak di www.asepsetiawan.com

IrhA PunYa said...

sy juga penasaran lanjutannya..........kira azzam ama siapa yah? trus si furqon gmana nasebnya..selamat penasaran deh :))

haacer19 said...

ass..mas eh pak,aku minta dong emailnya kang abik,punya ga?pengen berguru,bagus banget seh bahasa2 di novelnya itu...aku juga lagi nulis2 kali aja bisa kayak kang abik....doain....kutunggu yah balasan emailnya...nuwun...alamatnya,
haaer19@yahoo.com

Anonymous said...

apa yang saya cari, terima kasih

Pages